Buku Non Fiksi

Judul : Makrifat Cinta Ahmad Dhani
Penulis : Agus Wahyudi
Ahmad Dhani adalah sosok fenomenal. Sebagai seorang publik figur, tingkah dan perilakunya selalu mengundang berita. Dulu waktu meluncurkan album ‘Arjuna mencari Cinta’ ia digugat oleh Yudistira AM Massardhi yang mengaku dirinya sebagai pencetus istilah tersebut. Selain itu album Dhani yang lain yakni ‘Bintang Lima’ sempat menyulut aksi anarkis dalam bentuk pembakaran atribut kaset DEWA di Bandung. Dan terakhir ini, yang paling dahsyat Dhani dihujat dan di dakwa telah menghina Tuhan, didakwa telah menyebarkan ajaran sesat, plus dituduh sebagai antek Zionis Israel alias Yahudi. Tetapi mungkin ini kata yang paling pas untuk Dhani: The show must go on, layaknya jargon dari group musik kesayangannya, QUEEN. Yang paling heboh tentu saja kasus yang terjadi tahun 2005 saat menghadapi arus protes yang datang dari berbagai kalangan, berkaitan dengan logo album terbaru, Laskar Cinta. Logo tersebut dianggap mengadopsi kaligrafi tulisan Allah. Kasus logo merebak menyusul penampilan di acara Eksklusif Trans TV berjudul Dewa Live on Air, pada 10 April 2005. Dalam penampilannya, Dewa beraksi di atas karpet dengan logo mirip kaligrafi Allah. Setelah penampilan tersebut, keesokan harinya beredar surat elektronik pada sejumlah mailing list berjudul “Dhani Dewa Antek Israel Menginjak-injak Allah”.
Group band Dewa menghadapi persoalan serius, group band yang dipimpin Ahmad Dhani itu dianggap melecehkan islam. Yang menjadi masalah besar adalah saat pertunjukan Eksklusif Dewa di Trans TV. Reaksi spontan pun muncul dari ustadz Wahfiudin yang protes dengan langsung menghubungi dan mendatangi Trans TV. Penggunaan lambing kaligrafi dalam album terbaru Dewa yang berwarna merah dan hitam itu juga mendapat tanggapan Didin Sirajuddin AR dari Lemka Jakarta. Reaksi keras lainnya pun bermunculan dari tokoh-tokoh agama islam, seperti Habib Muhammad Rizieq Shihab dan KH Maktub Effendy. Ahmad Dhani dengan kerendah-hatian menyampaikan bahwa peristiwa tersebut, demi Allah,benar-banar murni musibah tanpa kesengajaan, terutama akibat ketidaktahuan team setting panggung Trans TV. Di sisi lain, saya juga sangat berharap pada kritisi, mau sedikit meluangkan waktu membaca lirik-lirik lagu dalam album Laskar Cinta, dengan penuh ketelitian dan sedikit perenungan. Lirik-lirik tersebut memuat dengan luapan cinta kepada Sang Khalik, juga usaha saya untuk melakukan “sedekah” bagi-Nya. Kekaguman kepada Sayyidah Rabiah al-Adawiyah, membawa Ahmad Dhani kepada perenungan tentang pengabdian kepada Allah tanpa pamrih. Terlepas dari itu semua Ahmad Dhani secara pribadi menyampaikan permintaan maaf kepada siapapun atau pihak manapun yang merasa tersinggung akan ucapan atau tindakannya selama ini. Dia juga ingin menyampaikan terima kasih atas tegur sapa, juga kritik membangun yang ditujukan kepada Ahmad Dhani dan Dewa. Tuduhan lain datang dari Ridwan Saidi, budayawan sekaligus sastrawan plus teman ayah Dhani, terang-terangan mengatakan kalau isi lagu DEWA bernuansa ajaran sesat yakni ajaran pantheisme(kesatuan hamba-Tuhan) atau lebih sering disebut dengan manunggaling kawula gusti. Dia di tuduh atheis, dianggap meniadakan keberadaan Tuhan. Dhani dituding sebagai pendakwahajaran Syekh Siti Jenar. Ternyata kasus ini cukup berdampak besar.
Di tanah jawa, menurut kisah yang melagenda, ada seorang wali atau syekh yang mbalelo. Dia adalah Syekh Siti Jenar yang mengaku diri sebagai pengukut ajaran al-Hallaj. Oleh wali songo, Siti Jenar dianggap telah sesat dan murtad karena mengaku dirinya Tuhan. Syekh siti jenar merasa telah manunggal(menyatu) dengan Tuhan. Atau dikenal dengan istilah manunggaling kawula gusti. Namun demikian, dalam sejarah Imam al-Ghazali mampu meredam konflik berkepanjangan antara kaum sufi dengan kaum pejuang syariat. manunggaling kawula gusti berarti bersatunya hamba dengan Tuhan. Istilah arabnya adalah wihdatul wujud. Paham ini sangat popular di kalangan para sufi. Di dalam al-Qur’an dan Hadis Nabi Muhammad Saw tidak dijumpai adanya dalil tentang kesatuan hamba-Tuhan ini secara jelas. Namun ada beberapa di antara ayat al-Qur’an dan Hadis yang dapat ditafsirkan ke arah manunggaling kawula gusti. Perbedaan pendapat tentang benar tidaknya penafsiran tersebut selalu menggema, bahkan sampai sekarang. Ada sebagian orang yang menuduh bahwa ajaran ini diadopsi dari agama lain. Dalam agama Hindu jelas diakui ajaran kesatuan hamba dengan Tuhan ini. Agama lain seperti Budha, Khong Hu Cu, dan nasrani juga memuat ajaran yang senada dengan ajaran agama Hindhu. Ada lagi gambaran yang lebih detail untuk menjelaskan isi ajaran manunggaling kawula gusti ini. Dalam khazanah tasawuf dikenal istilah Martabat Tujuh, yakni gambaran tentang hakikat manusia dan Tuhan. Menurut ajaran Martabat Tujuh, antara manusia dan tuhan hakikatnya adalah sama. Manusia dan alam semesta hakikatnya adalah wujud dari penampakan Tuhan. Sebagian para sufi meyakini bahwa pada hakikatnya antara Tuhan dan manusia adalah satu. Inilah penjelasan ringkas tentang konsep ajaranwihdatul wujud atau manunggaling kawula gusti yang merusak dalam beberapa syair lagu Ahmad Dhani. Para tokoh sufi muncul silih berganti pada zamannya. Mereka memiliki khas atau spesialisasi dalam menjalani kehidupan ruhani. Sebagian dari mereka menjadi inspirator Ahamad Dhani dalam bertasawuf, diantaranya: Rabi’ah al-Adawiyah, Husain Manshur al-Hallaj, Abu Hamid al-Ghazali, Abdul Qadir al-Jilani, Ibn ‘Arabi, Jalaluddin Rumi, dan Syekh Siti Jenar.
Satu tema sentral yang menjadi latar penciptaan lagu-lagu Dhani adalah tentang cinta. Dalam khazanah tasawuf, “cinta” menjadi dasar dalam ibadah. Pengabdian kepada Tuhan dengan dilandasi cinta akan memiliki bobot yang tiada tara di mata-Nya. Dua landasan, yakni ma’rifat(mengenal) dan mahabbah(cinta) merupakan pilar bagi para sufi dalam mengarungi bahtera hidupnya sebagai hamba Allah. Ahmad Dhani seorang musisi yang menerapkan ajaran tasawuf tentu menyadari tentang hal ini. Beberapa lagunya terasa sarat dengan muatan makrifat dan cinta. Inilah yang menjadi alasan utamapemilihan judul pada buku ini, yakni Makrifat Cinta.
Dhani, sebagai pengibar bendera tasawuf, telah mengalami sendiri bagaimana rasanya dihujat dan diintimidasi oleh kelompok radikal. Mungkin, dia berharap agar semua umat bersatu, hidup berdampingan dalam suasana kasih-sayang. Cinta baginya adalah sebuah hakika, sebuah kesejatian. Segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah penampakan dari Wajah Tuhan, yang mengandung kebenaran hakiki di dalamnya. Jika manusia memandangnya dengan rasa cinta, maka maka ia akan meraih sebuah hakikat cinta. Inilah sekelumit uraian tentang makna syair Dhani Ahmad. Ternyata isi syair-syair lagunya banayk yang sejalan dengan ajaran manunggaling kawula gusti dari Syekh Siti Jenar. Tak berlebihan kalau dikatakan bahwa Dhani mengusung ajaran Syekh Siti Jenar.








 Kelebihan Buku Makrifat cinta Ahmad Dhani :
1. Penulis memberikan bukti dalam setiap lirik lagu Dhani dengan ajaran Syekh Siti Jenar.
2. Dapat di baca untuk semua kalangan umum.
3. Menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.
4. Penulis tidak berlebihan dalam memberikan informasi, artinya pembaca tidak disuapi informasi terlalu banyak.

 Kekurangan Buku Makrifat cinta Ahmad Dhani :
1. Penulis tidak memberikan motivasi kepada pembaca hanya sekedar informasi saja.
2. Ilustrasi yang digunakan penulis kurang menarik.
3. Buku terlihat kurang menarik minat pembaca untuk membaca.
4. Narasi yang digunakan Penulis lebih berpihak pada Ahmad Dhani.
KETERAMPILAN MENULIS
PENGEMBANGAN PARAGRAF







Di susun oleh: Kelompok 6 :

Faizatur Rohmah (115110701111001)


Dosen Pembimbing
Didin Widyartono, S.S., S.Pd, M.Pd
Universitas Brawijaya
Fakultas Ilmu Budaya
Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
November 2011


KATA PENGANTAR

Puji syukur atas segala rahmat dan hidayah Allah SWT, sehingga makalah ini dapat diselesaikan dengan baik. Makalah ini membahas tentang Pengembangan Paragraf dalam Mata Kuliah Keterampilan Menulis.
Kami mengucapkan terima kasih kepada pembimbing sekaligus dosen kami Mata Kuliah Keterampilan Menulis bapak Didin Widyartono, S.S., S.Pd, M.Pd Kemudian, kepada seluruh teman-teman seperjuangan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia kelas A Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya Malang.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih terdapat banyak kesalahan, baik dalam penulisan maupun isi, untuk itu kami mohon maaf. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pembaca.



Malang, 12 November 2011



Penulis


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Paragraf atau alinea berlaku pada bahasa tulis, sedangkan pada bahasa lisan digunakan istilah paraton (Brown dan Yule, 1996). Paragraf merupakan suatu kesatuan bentuk pemakaian bahasa yang mengungkapkan pikiran atau topik dan berada di bawah tataran wacana. Paragraf memiliki potensi terdiri atas beberapa kalimat. Paragraf yang hanya terdiri atas satu kalimat tidak mengalami pengembangan. Setiap paragraf berisi kesatuan topik, kesatuan pikiran atau ide. Dengan demikian, setiap paragraf memiliki potensi adanya satu kalimat topik atau kalimat utama dan kalimat-kalimat penjelas. Oleh Ramlan, (1993) pikiran utama atau ide pokok merupakan pengendali suatu paragraf.
Pengidentifikasian secara formal suatu paragraf begitu mudah, karena secara visual paragraf biasanya ditandai adanya indensasi. Yang menjadi persoalan, apakah bentuk yang secara visual dikenali sebagai paragraf tersebut secara otomatis berisi satu satuan pokok pikiran? Idealnya tentulah ya, bila paragraf telah dikembangkan secara baik. Namun, kenyataannya belum tentu demikian karena belum tentu paragraf dikembangkan secara benar. Disinilah pentingnya pengembangan paragraf. Pada kesempatan ini akan disajikan secara berturut pembentukan paragraf, kerangka paragraf, pengembangan paragraf berdasarkan teknik, dan pengembangan paragraf berdasarkan isi secara serba singkat.
Makalah ini akan membahasas tentang Pengembangan Paragraf, Pembahasan mengenai Pengembangan Paragraf meliputi Memahami Konsep Paragraf, Memilih Jenis Paragraf sesuai Tujuan Penulisan, dan Pengembangan Paragraf.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian Konsep Paragraf?
2. Bagaimana cara Memilih Jenis Paragraf sesuai Tujuan Penulisan?
3. Bagaimana cara Mengembangkan Paragraf?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui konsep Paragraf.
2. Untuk mengetahui cara Memilih Jenis Paragraf sesuai Tujuan Penulisan.
3. Untuk mengetahui cara Mengembangkan Paragraf.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Memahami Konsep Paragraf
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, paragraf adalah bagian dari bab sebuah karangan yang mengandung ide pokok dan penulisannya dimulai dengan garis baru. Kridalaksana dalam kamus linguistik menyebutkan bahwa paragraf merupakan satuan wacana yang mengungkap sebuah tema dan perkembangannya, berkaitan keseluruhan isinya, dapat terdiri atas satu atau sekelompok kalimat. Berdasarkan kedua definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa paragraf adalah sebuah wacana berwujud ide pokok dan penjelasannya yang saling berkaitan keseluruhan isinya. Penulisan paragraf dapat dilakukan dengan dua cara berikut ini :
1. Kalimat pertama ditulis sedikit menjorok ke dalam dan jarak antar spasi tiap paragraf sama.
2. kalimat pertama ditulis rata dengan kalimat paragraf sebelumnya (tidak menjorok) ke dalam dan jarak antar spasi tiap paragraf berbeda.
Paragraf yang baik memiliki pokok pikiran yang dijelaskan dengan beberapa pikiran penjelas. Ide pokok diwujudkan dalam kalimat utama, sedangkan pikiran penjelas diwujudkan dalam beberapa kalimat penjelas. Namun untuk paragraf narasi pokok pikiran tersebar di seluruh bagian kalimat yang memberikan uraian jalannya cerita. Hubungan keterikatan dalam paragraf mutlak diperlukan sebagai syarat paragraf yang baik. Hal ini penting untuk mempermudah pemahaman pembaca. Hubungan keterikatan ini disebut koherensi dan kohesi.
Koherensi, sebagaimana yang dinyatakan Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalah hubungan logis antarkalimat sebuah paragraf disebut koherensi. Hubungan logis ini dibangun untuk menciptakan kesatuan makna. Kalimat-kalimat yang dirangkai dan dipisahkan dengan tanda titik (.) memiliki hubungan yang dapat diterima dengan akal. Hubungan ini erat kaitannya dengan makna sebagai bentuk kalimat penjelas dari kalimat utama. Semakin erat dan logis hubungan kalimat akan semakin mempermudah pemahaman pembaca atas rangkaian makna yang tersaji.
Kohesi, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalah keterikatan antarunsur dalam struktur sintaksis atau struktur wacana dengan penanda konjugasi, pengulangan, penyulihan, dan pelesapan. Selain memiliki hubungan logis antarkalimat, paragraf memiliki keterikatan unsur-unsur pembangun sebagai penanda. Unsur-unsur ini memiliki keterikatan erat karena merujuk pada acuan kalimat sebelumnya. Jika koherensi mengacu pada rujukan makna, acuan kohesi adalah unsur-unsur penanda struktur kalimat. Misalkan Dia tetap berangkat sekolah meskipun hujan.
Paragraf yang baik tidak hanya membahas tentang pokok pikiran, pokok penjelas, koherensi, dan kohesi, namun juga membahas tentang kesatuan ide. Kesatuan ide ini dapat diterjemahkan sebagai adanya satu ide pokok dalam sebuah paragraf. Kehadiran hanya satu ide pokok mempermudah pemahaman pembaca. Oleh karena itu, dalam karangan ilmiah sebaiknya menggunakan pengembangan deduktif (letak ide pokok di awal paragraf) atau pengembangan induktif (letak ide pokok di akhir paragraf).
Penggunaan ejaan juga menjadi faktor pendukung dalam menulis paragraf yang baik. Tentu ejaan yang dipakai adalah ejaan yang berlaku, yaitu EYD yang sudah diresmikan sejak tahun 1972. Pemakaian tanda baca, penulisan huruf, dan penulisan kata yang tepat sangat membantu pembaca untuk lebih memahami gagasan penulis.
Uraian di atas setidaknya dapat memberikan gambaran paragraf yang baik. Pengetahuan ini dapat digunakan untuk mengembangkan paragraf dalam karangan ilmiah. Jadi, dapat simpulkan bahwa syarat paragraf yang baik adalah a) mempunyai satu pokok pikiran, b) mempunyai pikiran penjelas, c) mempunyai hubungan koherensi dan kohesi, d) mengandung kesatuan ide, dan e) penggunaan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).
2.2 Memilih Jenis Paragraf sesuai Tujuan Penulisan
Penggunaan jenis paragraf sangat bergantung pada tujuan penulisan. Tiap-tiap jenis paragraf memiliki karakter tertentu. Karakater-karakter ini harus digunakan sesuai dengan tujuan penulisan.
1. Paragraf Deskripsi
Deskripsi adalah pemaparan atau penggambaran secara jelas dan terperinci. Rangkaian kata digunakan untuk memberikan paparan/gambaran secara mendalam. Pembaca benar-benar memperoleh sebuah gambaran seolah-olah nyata. Pembaca seolah-olah melihat, mendengar, dan merasakan sendiri.
Melalui karakter deskripsi di atas, paragraf deskripsi sangat cocok digunakan penulis yang bertujuan untuk memberi gambaran/paparan dengan jelas seolah-olah pembaca melihatnya sendiri. Penulis memberikan gambaran apa adanya secara runtut agar pembaca dapat dengan mudah memahami bagian-bagian paparan yang gamblang. Bagian-bagian paparan ini akan membentuk kesatuan gambaran yang utuh.
Contoh paragraf deskripsi:
Rumah megah itu kelihatan sangat angker. Apalagi jika dilihat dari dalam, sungguh memberikan kesan rumah ini tidak terawat dengan baik. Cat dindingnya kusam, terkelupas, dan di sekelilingnya ditumbuhi rumput.
2. Paragraf Eksposisi
Sesuai nama paragraf ini, eksposisi berarti uraian/paparan yang bertujuan menjelaskan maksud dan tujuan penulis. Penulis jika ingin menggunakan paragraf ini harus mengetahui maksud dan tujuan apa yang ingin disampaikan kepada pembaca. Tak jarang pula paragraf ini digunakan untuk menjelaskan tahapan langkah/cara/proses kerja.
Berdasarkan karakter eksposisi di atas, paragraf ini sangat tepat digunakan oleh penulis yang ingin menyampaikan informasi khusus secara mendalam. Selain itu, paragraf ini juga dapat digunakan penulis yang ingin menyampaikan cara/proses kerja sesuatu. Jadi, paragraf ini cocok digunakan untuk menyampaikan informasi khusus secara terperinci dan informasi cara/proses kerja sesuatu.
Contoh paragraf eksposisi berupa informasi khusus:
Kegiatan membaca intensif merupakan upaya membaca secara teliti atau membaca secara seksama terhadap teks bacaan. Tujuan membaca intensif, yaitu untuk mendapatkan pemahaman isi bacaan secara tepat dan rinci.
Contoh paragraf eksposisi berupa tahapan/cara/proses kerja sesuatu:
Cara bertanam secara hidroponik di dalam pot sebagai berikut.
(1) Isi pot dengan kerikil hingga memenuhi seperempat pot.
(2) Letakkan bibit tanaman yang akarnya telah dicuci bersih.
(3) Timbun dengan kerikil hingga tanaman tegak.
(4) Isi air sampai seperempat pot.
(5) Setelah tiga minggu, buanglah air dan diganti dengan larutan pupuk.



3. Paragraf Argumentasi
Argumentasi merupakan alasan untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian, atau gagasan. Pendapat, pendirian, atau gagasan masih dapat dibantah dengan kekuatan masing-masing argumen. Paragraf argumentasi digunakan untuk memberikan pernyataan disertai paparan alasan-alasan yang kuat untuk memperkokoh pernyataan. Paragraf ini sangat cocok digunakan oleh penulis yang ingin menyampaikan pernyataan disertai penjelasan-penjelasan untuk mendukung pernyataan tersebut. Penjelasan-penjalasan ini berupa alasan-alasan yang dikemukakan oleh penulis.
Berikut ini contoh paragraf argumentasi.
Air yang tergenang di kaleng-kaleng bekas, selokan, dan bak mandi harus dibersihkan secara rutin. Air yang tergenang itu tidak boleh dibiarkan begitu saja. Hal ini disebabkan akan menjadi sarang nyamuk. Nyamuk akan bertelur dan berkembangbiak di genangan air yang tidak dibersihkan.
4. Paragraf Persuasi
Definisi persuasi adalah ajakan kepada seseorang dengan memberikan alasan dan prospek baik yang disampaikan dengan meyakinkan. Karakter ajakan kepada seseorang diwujudkan melalui rangkaian kalimat yang membujuk. Kalimat-kalimat ini bertujuan untuk meyakinkan bahwa pendapat yang disampaikan benar adanya.
Paragraf persuasi merupakan karangan yang bertujuan membuktikan pendapat melalui upaya memengaruhi seseorang untuk tetap teguh pada pendirian atau malahan mengajak untuk menjadi berubah. Tetap atau berubahnya pendirian seseorang sangat bergantung pada harapan penulis. Penulis dapat membujuknya melalui rangkaian kalimat bujukan halus secara meyakinkan.
Berikut ini contoh paragraf argumentasi.
Penggunaan pestisida untuk tanaman dalam jangka waktu yang lama malah tidak bermanfaat. Pestisida dan pupuk kimia pada awalnya diharapkan mampu menjadi menyuburkan tanaman dan memberantas hama malah justru mencemari lingkungan dan membuat tanah menjadi lebih keras. Oleh karena itu, hindarilah penggunaan pestisida secara berlebihan.

5. Paragraf Narasi
Narasi merupakan pengisahan atau kejadian (KBBI). Rangkaian peristiwa terjalin menjadi sebuah alur cerita. Alur cerita ini umumnya melibatkan tokoh, tempat, dan waktu. Karakter untuk menceritakan sesuatu kejadian sangat dominan dalam narasi.
Paragraf narasi sangat cocok digunakan penulis yang bertujuan untuk mengisahkan sebuah peristiwa atau kejadian. Tokoh-tokoh yang ada melewati tempat dan melintasi waktu. Paragraf ini merangkaikan peristiwa yang susul-menyusul hingga membentuk cerita yang disampaikan tokoh-tokohnya.
Berikut ini contoh paragraf argumentasi.
Alka terkejut mendengar suara Jay di bawah sungai. Dengan segera ia mengulurkan tangan untuk mengangkat tubuh yang tengah memegang erat akar-akar pohon. Rupanya Jay terpeleset saat melintasi anak sungai itu.
2.3 Pengembangan Paragraf
Pengembangan paragraf merupakan penyusunan kalimat melalui penataan dan penalaran. Pendapat ditata sesuai dengan nalar pembaca. Hal ini bertujuan agar paragraf yang dikembangan penulis dapat dipahami dengan baik oleh pembaca.
Penalaran merupakan suatu cara berpikir secara tepat, runtut, dan logis. Penalaran ini bertujuan untuk mengarahkan pemahaman pembaca pada makna yang diharapkan penulis. Pengetahuan ini sangat penting diperlukan guna membantu dalam penataan gagasan yang dikemukakan. Hal ini dilakukan untuk memudahkan pembaca menerima informasi yang dipaparkan melalui pengaturan pikiran yang sangat logis. Berikut ini jenis-jenis penalaran untuk mengembangkan paragraf.
1. Penalaran Induksi
Penalaran induksi adalah penalaran yang dimulai dari peristiwa-peristiwa yang khusus, kemudian ke peristiwa yang sifatnya umum. Penalaran induksi dibagi menjadi tiga berikut ini.
a. Penalaran Generalisasi
Penalaran ini berdasarkan data yang sesuai dengan fakta. Data yang berupa fakta-fakta diperoleh melalui penilaian, pengamatan, atau hasil survei. Data yang diperoleh harus representatif, artinya data dianggap dapat mewakili fakta yang sebenarnya. Jenis penalaran ini dimulai dengan mengemukakan peristiwa-peristiwa yang khusus, kemudian menuju peristiwa-peristiwa yang umum.
Perhatikan contoh berikut ini!
Selama hampir tiga bulan kami mengumpulkan data berdasarkan pengamatan kepada siswa SMA Negeri 21 Kota Maju. Saat upacara, semua siswa memakai sepatu putih dan kaos kaki putih. Pakaian mereka putih-putih dan kemeja dimasukkan ke dalam celana dan ke dalam rok. Mereka memakai ikat pinggang warna hitam. Pakaian mereka dilengkapi dengan dasi warna merah. Jadi, dapat dikatakan bahwa siswa SMA Negeri 21 Kota Maju menggunakan pakaian seragam dan tertib sewaktu mengikuti upacara.
b. Penalaran Analogi
Penalaran ini berupaya untuk membandingkan dua hal yang berbeda, sekaligus memiliki persamaan. Berdasarkan kesamaan tersebut dapat ditariklah kesimpulan. Penalaran ini berpijak pada dua peristiwa khusus yang sama, kemudian diambil kesimpulan apakah berlaku juga pada hal lainnya. Perhatikan contoh berikut ini!
Menuntut ilmu sama halnya dengan mendaki gunung. Ada saja rintangan sewaktu mendaki seperti hujan yang mengakibatkan jalan licin. Begitu pula bila menuntut ilmu, seseorang juga mengalami rintangan seperti ekonomi, malas, dan sebagainya. Jadi, menuntut ilmu sama dengan mendaki gunung untuk mencapai puncaknya.
c. Penalaran Sebab-Akibat
Penalaran ini diawali dengan mengemukakan fakta. Fakta ini berupa sebab, disusul kesimpulan yang berupa akibat. Penalaran jenis ini berupa (a) dimulai dengan mengemukakan peristiwa dan diakhiri dengan kesimpulan, atau (b) dimulai dengan kesimpulan dan dilanjutkan dengan rangkaian peristiwa penyebabnya.
Penalaran sebab akibat dapat dibedakan menjadi tiga yaitu
1) hubungan sebab-akibat, diawali rangkaian peristiwa yang menjadi sebab dan diakhiri dengan kesimpulan yang menjadi akibat. Perhatikan contoh berikut ini!
Hujan berhari-hari mengguyur desa kami. Air sungai berangsur-angsur naik ke permukaan. Jalan dan halaman rumah penduduk mulai digenangi air. Akhirnya, banjir pun melanda desa kami.
2) hubungan akibat-sebab, diawali dengan peristiwa yang menjadi akibat, lalu dikemukakan peristiwa¬peristiwa yang menjadi penyebabnya. Perhatikan contoh berikut ini!
Banjir melanda kota Surabaya. Banjir di kota ini selalu datang ketika musim hujan tiba. Dalam waktu singkat beberapa wilayah kota tergenang air. Banjir ini juga tidak hanya menenggelamkan daerah di dekat hulu sungai, tetapi juga menenggelamkan kawasan perumahan elite yang berada di dataran rendah. Banjir ini berasal dari hulu sungai yang tidak mampu menampung air hujan dan juga disebabkankan tumpukan sampah yang menghambat arus air sungai.
3) hubungan sebab-akibat 1-akibat 2, diawali dengan sebab yang dapat menimbulkan lebih dari satu akibat. Perhatikan contoh berikut ini!
Setiap menjelang ujian skripsi mahasiswa terlihat lebih serius dalam belajar. Beberapa hari sebelum ujian dilaksanakan sebagian besar mahasiswa lebih banyak mempelajari skripsi dariapda meNonton televisi. Mereka lebih memilih tinggal di kos dan jarang melakukan aktivitas di luar. Secara psikologis, mereka memiliki keinginan untuk mendapatkan nilai A.
2. Penalaran Deduksi
Penalaran deduksi diawali dengan peristiwa-peristiwa umum, lalu mengarah pada kesimpulan khusus. Penalaran umum diikuti uraian-uraian penalaran khusus. Perhatikan contoh berikut ini!
(1) Binatang menyusui dapat berkembang biak dengan cara melahirkan anak. Ikan paus merupakan binatang yang menyusui anaknya. Dapat disimpulkan bahwa ikan paus juga berkembang biak dengan cara menyusui anak.
(2) Setiap mahasiswa yang ingin kuliah harus membayar biaya pendaftaran. Ahmad ingin kuliah. Maka Ahmad harus membayar biaya pendaftaran.






BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Paragraf adalah bagian dari bab sebuah karangan yang mengandung ide pokok dan penulisannya dimulai dengan garis baru. Hubungan keterikatan dalam paragraf mutlak diperlukan sebagai syarat paragraf yang baik di sebut Koherensi dan Kohesi. Penggunaan jenis paragraf sangat bergantung pada tujuan penulisan. Jenis-jenis Paragraf yaitu Paragraf Deskripsi, Paragraf Eksposisi, Paragraf Argumentasi, Paragraf Persuasi, Paragraf Narasi.
Pengembangan paragraf merupakan penyusunan kalimat melalui penataan dan penalaran. Jenis-jenis penalaran untuk mengembangkan paragraf yaitu Penalaran Induksi dan Penalaran Deduksi. Penalaran Induksi terdiri dari Penalaran Generalisasi, Penalaran Analogi, Penalaran Sebab-Akibat.
3.2 Saran
Dalam penulisan makalah ini kami berharap pembaca mampu untuk memahami Konsep Paragraf, Memilih Jenis Paragraf sesuai Tujuan Penulisan, dan Pengembangan Paragraf.

Berita

Parkir di mana?
Area parkir yang kurang membuat para pengguna jalan di Universitas Brawijaya terganggu. Banyaknya mahasiswa yang memotong jalan untuk parkir kendaraan mereka, menjadi masalah utama karena mengakibatkan jalan terlalu sempit. Hal ini dapat diamati di setiap fakultas di UB, hampir semua fakultas kekurangan tempat parkir. Tidak hanya itu, kita juga dapat melihat tempat parkir untuk para pimpinan di UB, adakah tempat parkir khusus untuk mereka? Lalu siapakah yang salah dalam masalah ini, mahasiswa atau petugas parkir?
Menurut bapak Yohanes salah seorang petugas parkir di UB, banyaknya mahasiswa yang parkir di tepi jalan karena tempat parkir yang disediakan sudah penuh. Beliau juga berpendapat seharusnya di setiap gedung itu ada tempat parkir yang terletak di gedung yang paling bawah, dengan begitu para pengguna jalan tidak terganggu. Selain itu para petugas parkir juga sering kebingungan dalam menata kendaraan yang bisa dikatakan sangat banyak, dan masalah kurangnya tempat parkir ini memuncak saat penerimaan mahasiswa baru tahun 2011. “Mahasiswa baru yang banyak di terima di UB membuat tempat parkir sangat kurang”, kata bapak Yohanes. Sehingga untuk kedepannya para petugas parkir term,asuk bapak Yphanes berharap agar pembangunan tempat parkir segera dilaksanakan. Dengan begitu para pengendara tidak terganggu.

Cerita Lucu

Orang Jawa, Menado, dan Papua
Alkisah di sebuah bandara ada tiga perempuan yang berasal dari daerah yang berbeda, yaitu Jawa, Menado, dan Papua. Mereka naik pesawat terbang dari Jayapura ke Jakarta. Di dalam pesawat ketiga perempuan ini duduk bersebelahan.
Di tengah perjalanan, tiba-tiba pesawat oleng dan sepertinya akan jatuh. Seluruh penumpang di dalam pesawat panik dan takut, anehnya perasaan seperti itu tidak dirasakan oleh perempuan Jawa, Menado, dan Papua. Dalam keadaan seperti itu perempuan yang berasal dari jawa mengambil bedak dan lipstik di dalam tasnya, dia lalu berdandan dan terlihat sangat cantik sekali. Kedua temanya yang berasal dari Menado dan papua bingung dan salah satu dari keduanya bertanya, “Kenapa kamu dandan dalam keadaan seperti ini?”
“Biasa, kalau pesawat mau jatuh yang di tolong pertama pasti orang cantik”. Jawab perempuan Jawa. Mendengar perkataan itu perempuan Menado tidak terima, dia lalu mengangkat roknya setinggi paha. Melihat perempuan Menado, perempuan Papua pun langsung bertanya, “ Kenapa kamu angkat rok sampai tinggi begitu?”
Perempuan Menado menjawab, “Biasa, kalau pesawat mau jatuh yang di tolong pertama kebanyakan yang pahanya putih”. Orang Papua sangat emodi sekali mendengar perkataan kedua teman sebelanya. Seketika itu dia langsung membuka baju dan telanjang, semua tampak hitam. Kedua temannya sangat kaget dan berkata, “Kamu sudah gila? Kenapa kamu telanjang di pesawat?” Dengan santainya dia menjawab, “Biasanya kalu pesawat jatuh yang paling pertama di cari pasti kotak hitam”.

Kelainan refleksi mata

Apabila tiba-tiba muncul gangguan penglihatan, seperti kabur saat melihat jauh dan dekat, penglihatan berbayang disertai gejala penyerta berupa mata letih, kelopak mata dan dahi terasa berat, sering berkedip dan sakit kepala, hati-hatilah, Anda mengalami kelainan refraksi.
Itulah pesan yang disampaikan Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung, Jawa Barat, yang merupakan satu-satunya pusat mata di Indonesia. Kelainan refraksi adalah kelainan pembiasan cahaya sehingga bayangan tidak fokus tepat pada retina mata yang mengakibatkan penglihatan menjadi kabur.
Pada kondisi normal, saat mata beristirahat, bayangan dapat fokus tepat di retina sehingga penglihatan tajam dan jelas. Namun, kelainan refraksi bukan berarti mata Anda sedang sakit. Memiliki kelainan refraksi berarti mata Anda membutuhkan alat bantu agar dapat melihat dengan jelas.
Ada beberapa macam kelainan refraksi, seperti miopia atau rabun jauh. Kondisi itu keadaan di mana bayangan sinar jatuh di depan retina. Itu ditandai dengan kabur melihat jauh, tetapi jelas apabila melihat dekat. Kondisi ini bisa ditolong dengan kacamata minus.
Yang kedua adalah hipermetropia atau rabun dekat. Yakni, keadaan di mana bayangan sinar jatuh di belakang retina mata. Tandanya, penglihatan kabur jika melihat dekat ataupun jauh, cepat lelah kalau membaca dekat. Kelainan refraksi ini bisa ditolong dengan kacamata plus.
Yang ketiga adalah astigmatisma, yakni keadaan di mana bayangan sinar jatuh pada titik yang berbeda di retina. Kondisi ini ditandai dengan garis lurus yang tampak bengkok, tulisan menjadi ganda dan berbayang. Situasi ini bisa ditolong dengan kacamata silinder.
Ada lagi presbiopia, yakni berkurangnya kemampuan melihat dekat yang berhubungan dengan proses penuaan. Kondisi ini biasanya terjadi pada usia lebih dari 40 tahun. Tandanya adalah kesulitan membaca dan melakukan pekerjaan dekat, seperti memasukkan benang ke lubang jarum. Tanda-tanda penuaan seperti ini bisa ditolong dengan kacamata plus.
Ketergantungan
Apakah menggunakan kacamata akan menyebabkan ketergantungan? ”Tidak. Dengan kacamata, kita akan dapat melihat dengan lebih jelas sehingga lebih nyaman,” kata Direktur Medis dan Pemeliharaan Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung Iwan Sovani, akhir Agustus lalu.
Malah, lanjut dokter mata ini, jika kacamata tidak dipakai akan memunculkan kelelahan mata, sering mengeluh pusing atau sakit kepala. Akibatnya, produktivitas kerja yang bersangkutan akan menurun.
Khusus pada anak-anak, penundaan pemberian kacamata dapat menimbulkan mata malas. Retina matanya tidak terlatih sehingga penglihatannya tetap tidak baik walaupun sudah memakai kacamata, lensa kontak, atau operasi.
Sebaliknya, sering muncul pertanyaan, apakah penggunaan kacamata bisa menghambat, mengurangi, atau menghilangkan minus/plus? Menurut Iwan Sovani, kacamata hanya alat bantu supaya dapat melihat jauh atau dekat dengan jelas.
Berubah-ubah
Kelainan refraksi dapat berubah-ubah, terutama pada masa pertumbuhan. Kondisinya menjadi relatif stabil saat usia lebih dari 18-20 tahun. Apabila mata minus/plusnya berubah, kacamata juga harus diganti dengan ukuran yang sesuai.
Pada masa pertumbuhan, ukuran bola mata juga bertambah panjang. Seiring bertambah panjangnya bola mata, kelainan minus biasanya juga bertambah. Pasalnya, retina makin meninggalkan titik fokus di depannya.
Kelainan plus dapat berkurang hingga hilang atau menjadi minus karena retina semakin mendekati titik fokus di belakangnya. Selain menggunakan kacamata, kelainan refraksi dapat diatasi menggunakan lensa kontak atau Lasik (bedah laser).
Anak-anak
Penglihatan mata anak sempurna setelah berusia tiga tahun. Pada umur itu, pemeriksaan penglihatan dapat dilakukan terutama jika ada kelainan tampak, atau keluarga berkacamata. Pemeriksaan tak perlu menunggu anak bisa membaca.
Tanda-tanda anak punya kelainan mata, yakni apabila melihat televisi selalu dalam jarak dekat. Membaca buku dalam jarak dekat, melihat jauh dengan mata memicing, dan ada juling ke arah luar ataupun dalam.
Tak ada obat kelainan mata kecuali pakai kacamata. Kacamata juga bukan obat menghilangkan, mengurangi, menghambat penambahan minus/ plus. Kacamata hanya alat bantu supaya anak melihat jauh dan dekat dengan jelas. Kalau minus/plusnya berubah, kacamata harus disesuaikan.
Adapun vitamin A sangat berharga untuk kesehatan mata, retina khususnya, agar dapat melihat jelas pada cahaya redup. Namun, tak ada hubungannya dengan kelainan mata.
Pusat Mata Nasional menganjurkan agar anak-anak yang harus berkacamata tidak malu atau rendah diri. Untuk itu, orangtua/guru perlu membantu. Apabila tidak, anak akan mengalami mata malas. Penyembuhannya perlu latihan lama dan kesabaran banyak pihak.
Seusai belajar, menonton televisi, menggunakan komputer selama 1 jam, sebaiknya mata diistirahatkan 10-15 menit. Bagi anak berusia kurang dari tujuh tahun, bermain PS atau komputer sebaiknya tak lebih dari 1 jam sehari.
Kontrol mata dianjurkan secara berkala. Pada anak berusia kurang dari 12 tahun dan berkacamata dianjurkan kontrol enam bulan sekali. Anak berusia di atasnya/dewasa disarankan kontrol setahun sekali.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Faizatur Rohmah - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger