Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan

10 Tips Menjaga Kesehatan Mata

Mata adalah organ tubuh yang sangat penting karena hanya dengan mata lah kita dapat melihat dunia. Namun apa jadinya kalau mata rusak? Tak ada yang ingin mengalaminya bukan? Karena itu, penting bagi kita semua untuk menjaga kesehatan mata agar tidak sampai mengalami gangguan penglihatan atau sakit. Lalu bagaimana caranya?

Berikut ini tips-tipsnya.

1. Makan banyak buah dan sayur, terutama yang mengandung banyak vitamin A seperti tomat dan wortel. Selain itu, kandungan beta karoten dalam wortel adalah substansi terbaik untuk menjaga kesehatan mata.

2. Hindari memakai lensa kontak/contact lense lebih dari 19 jam karena hal ini dapat mengakibatkan kerusakan penglihatan secara ekstrim dan membuat mata tidak nyaman.

3. Gunakan tetes mata yang mampu mengatasi alergi seperti mata merah atau gatal-gatal selama musim alergi. Tapi ingat untuk menggunakannya sesekali saja karena penggunaan setiap hari hanya akan membuat kondisi mata memburuk. Baca label aturan pakai dengan teliti. Tidak boleh meneteskan banyak-banyak selama pemakaian lensa kontak. Selain itu, Anda harus berhati-hati memiilih obat tetes mata untuk menghindari kemungkinan bahaya bahan kimianya. Berkonsultasilah dengan dokter Anda terlebih dahulu.

4. Dinginkan 2 potong mentimun, masukkan ke dalam lemari pendingin selama beberapa menit, kemudian letakkan di atas mata dan tekan pelan-pelan selama 10 menit sebelum tidur malam untuk menghindari bengkak saat bangun.

5. Pakai kacamata hitam untuk melindungi mata dari terpaan sinar matahari. Pilih lensa kacamata yang berpolar, bukan hanya yang gelap. Lensa gelap hanya akan membuat pupil mata Anda membesar tanpa melindunginya dari sinar matahari. Terpapar sinar matahari dalam jangka waktu yang lama akan sangat berbahaya untuk penglihatan Anda. Perlindungan yang dilakukan sekarangakan sangat berguna di masa mendatang.

6. Jangan terlalu lama menatap layar komputer karena hal itu akan membuat mata Anda minus. Alihkan pandangan dari layar komputer selama 2 sampai 3 menit agar mata tidak tegang. Lakukan yoga mata setiap jam apabila Anda harus menatap layar komputer selama berjam-jam. Caranya adalah dengan mengedipkan mata 50 kali dengan sangat cepat untuk melatih dan merelakskan otot-otot mata.

7. Gunakan goggle atau pelindung mata lain saat Anda harus berhadapan dengan zat-zat kimia berbahaya atau di tempat yang mungkin mengandung gas-gas berbahaya.

8. Relakskan mata Anda. Lihatlah ke tempat-tempat yang lapang dan didominasi warna hijau untuk memberikan kesegaran.

9. Kunjungi dokter spesialis mata minimal setahun sekali untuk mendapatkan diagnosa tepat tentang penyakit mata, terutama jika penyakit mungkin harus ditangani dengan kaca mata, lensa kontak, atau operasi. Dokter juga akan mengecek mata kering, masalah pada retina, dan bahkan kondisi kesehatan seluruh tubuh seperti diabetes dan tekanan darah tinggi. Beberapa penyakit tanpa gejala seperti glaukoma (yang bisa menyebabkan buta total) juga bisa dideteksi lebih dini.

10. Letakkan dua kantung teh di dalam lemari es, dan setelah Anda pulang kerja, letakkan kedua kantung tersebut di atas mata Anda lalu tekan secara perlahan. Cara ini dapat menyembuhkan mata lelah.

menjaga kesehatan mata, tips menjaga kesehatan mata, cara menjaga kesehatan mata, tips menjaga kesehatan, kesehatan mata, tips kesehatan mata, cara menjaga kesehatan, cara merawat kesehatan mata, memelihara kesehatan mata, merawat kesehatan mata

Kelainan refleksi mata

Apabila tiba-tiba muncul gangguan penglihatan, seperti kabur saat melihat jauh dan dekat, penglihatan berbayang disertai gejala penyerta berupa mata letih, kelopak mata dan dahi terasa berat, sering berkedip dan sakit kepala, hati-hatilah, Anda mengalami kelainan refraksi.
Itulah pesan yang disampaikan Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung, Jawa Barat, yang merupakan satu-satunya pusat mata di Indonesia. Kelainan refraksi adalah kelainan pembiasan cahaya sehingga bayangan tidak fokus tepat pada retina mata yang mengakibatkan penglihatan menjadi kabur.
Pada kondisi normal, saat mata beristirahat, bayangan dapat fokus tepat di retina sehingga penglihatan tajam dan jelas. Namun, kelainan refraksi bukan berarti mata Anda sedang sakit. Memiliki kelainan refraksi berarti mata Anda membutuhkan alat bantu agar dapat melihat dengan jelas.
Ada beberapa macam kelainan refraksi, seperti miopia atau rabun jauh. Kondisi itu keadaan di mana bayangan sinar jatuh di depan retina. Itu ditandai dengan kabur melihat jauh, tetapi jelas apabila melihat dekat. Kondisi ini bisa ditolong dengan kacamata minus.
Yang kedua adalah hipermetropia atau rabun dekat. Yakni, keadaan di mana bayangan sinar jatuh di belakang retina mata. Tandanya, penglihatan kabur jika melihat dekat ataupun jauh, cepat lelah kalau membaca dekat. Kelainan refraksi ini bisa ditolong dengan kacamata plus.
Yang ketiga adalah astigmatisma, yakni keadaan di mana bayangan sinar jatuh pada titik yang berbeda di retina. Kondisi ini ditandai dengan garis lurus yang tampak bengkok, tulisan menjadi ganda dan berbayang. Situasi ini bisa ditolong dengan kacamata silinder.
Ada lagi presbiopia, yakni berkurangnya kemampuan melihat dekat yang berhubungan dengan proses penuaan. Kondisi ini biasanya terjadi pada usia lebih dari 40 tahun. Tandanya adalah kesulitan membaca dan melakukan pekerjaan dekat, seperti memasukkan benang ke lubang jarum. Tanda-tanda penuaan seperti ini bisa ditolong dengan kacamata plus.
Ketergantungan
Apakah menggunakan kacamata akan menyebabkan ketergantungan? ”Tidak. Dengan kacamata, kita akan dapat melihat dengan lebih jelas sehingga lebih nyaman,” kata Direktur Medis dan Pemeliharaan Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung Iwan Sovani, akhir Agustus lalu.
Malah, lanjut dokter mata ini, jika kacamata tidak dipakai akan memunculkan kelelahan mata, sering mengeluh pusing atau sakit kepala. Akibatnya, produktivitas kerja yang bersangkutan akan menurun.
Khusus pada anak-anak, penundaan pemberian kacamata dapat menimbulkan mata malas. Retina matanya tidak terlatih sehingga penglihatannya tetap tidak baik walaupun sudah memakai kacamata, lensa kontak, atau operasi.
Sebaliknya, sering muncul pertanyaan, apakah penggunaan kacamata bisa menghambat, mengurangi, atau menghilangkan minus/plus? Menurut Iwan Sovani, kacamata hanya alat bantu supaya dapat melihat jauh atau dekat dengan jelas.
Berubah-ubah
Kelainan refraksi dapat berubah-ubah, terutama pada masa pertumbuhan. Kondisinya menjadi relatif stabil saat usia lebih dari 18-20 tahun. Apabila mata minus/plusnya berubah, kacamata juga harus diganti dengan ukuran yang sesuai.
Pada masa pertumbuhan, ukuran bola mata juga bertambah panjang. Seiring bertambah panjangnya bola mata, kelainan minus biasanya juga bertambah. Pasalnya, retina makin meninggalkan titik fokus di depannya.
Kelainan plus dapat berkurang hingga hilang atau menjadi minus karena retina semakin mendekati titik fokus di belakangnya. Selain menggunakan kacamata, kelainan refraksi dapat diatasi menggunakan lensa kontak atau Lasik (bedah laser).
Anak-anak
Penglihatan mata anak sempurna setelah berusia tiga tahun. Pada umur itu, pemeriksaan penglihatan dapat dilakukan terutama jika ada kelainan tampak, atau keluarga berkacamata. Pemeriksaan tak perlu menunggu anak bisa membaca.
Tanda-tanda anak punya kelainan mata, yakni apabila melihat televisi selalu dalam jarak dekat. Membaca buku dalam jarak dekat, melihat jauh dengan mata memicing, dan ada juling ke arah luar ataupun dalam.
Tak ada obat kelainan mata kecuali pakai kacamata. Kacamata juga bukan obat menghilangkan, mengurangi, menghambat penambahan minus/ plus. Kacamata hanya alat bantu supaya anak melihat jauh dan dekat dengan jelas. Kalau minus/plusnya berubah, kacamata harus disesuaikan.
Adapun vitamin A sangat berharga untuk kesehatan mata, retina khususnya, agar dapat melihat jelas pada cahaya redup. Namun, tak ada hubungannya dengan kelainan mata.
Pusat Mata Nasional menganjurkan agar anak-anak yang harus berkacamata tidak malu atau rendah diri. Untuk itu, orangtua/guru perlu membantu. Apabila tidak, anak akan mengalami mata malas. Penyembuhannya perlu latihan lama dan kesabaran banyak pihak.
Seusai belajar, menonton televisi, menggunakan komputer selama 1 jam, sebaiknya mata diistirahatkan 10-15 menit. Bagi anak berusia kurang dari tujuh tahun, bermain PS atau komputer sebaiknya tak lebih dari 1 jam sehari.
Kontrol mata dianjurkan secara berkala. Pada anak berusia kurang dari 12 tahun dan berkacamata dianjurkan kontrol enam bulan sekali. Anak berusia di atasnya/dewasa disarankan kontrol setahun sekali.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Faizatur Rohmah - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger