Alun-alun Kota Malang merupakan salah satu pusat wisata kota di daerah Malang. Tempat wisata ini terkenal sebagai jantung kota. Kenapa demikian? Karena di wisata ini terdapat bebagai taman penuh dengan kehijauannya yang indah dan sedap dipandang. Dibeberapa sudut terdapat pohon beringin yang menjadikan tempat wisata ini terasa teduh dan rindang. Ditambah lagi dengan adanya rerumputan yang tumbuh disepanjang jalan, membuat pengunjung yang datang tidak bosan.
Setiap hari, tempat wisata yang terletak di Kota Malang ini tidak jarang dikunjungi oleh pengunjung. Pengunjung yang datang ke wisata ini cukup beragam, mulai dari orang dewasa, remaja, pelajar dan anak-anak. Mereka datang dari beberapa wilayah yang tidak jauh dari kota Malang, misalnya Probolinggo, Pasuruaan, Pandaan, Blitar, dan lain-lain. Biasanya masyarakat datang untuk jalan-jalan, menghabiskan waktu liburan, refresing, dan belajar. Pada hari sabtu dan minggu alun-alun Kota Malang menjadi puncak keramaian karena banyak pengunjung yang datang kewisata ini.
Alun-alun Malang selain digunakan sebagai tempat wisata, tidak jarang digunakan sebagai tempat berdiskusi, mengerjakan tugas, pengamatan atau penelitian dan belajar kelompok. Sering dijumpai para pelajar atau mahasiswa yang berdiskusi di taman-taman dengan membentuk lingkaran, selain itu ada yang mengerjakan tugas mengambil posisi duduk di bawah pohon. Ada juga yang melakukan pengamatan, misalnya tentang “Kesadarn Masyarakat akan Kebersihan Alun-alun” atau penelitian, misalnya “Sejarah Sumur Resapan”.
Suasana rindang, sejuk, dan nyaman dapat digunakan sebagai salah satu alternatif sebagai pendukung proses pengenalan pendidikan di alun-alun . Hal itu dapat digunakan sebagai salah satu solusi membuat suasana baru dalam belajar, dengan begitu para peserta didik tidak merasa bosan karena selain menambah suasana santai dalam belajar, dapat menambah inspirasi bagi peserta didik.
Di samping itu Alun-alun Malang memiliki fasilitas yang mendukung proses pembelajaran, misalnya Hot-Spot yang dapat membantu para pelajar mencari materi pelajaran serta refrensi yang dibutuhkan. Fasilitas Hot-Spot dapat membantu belajar peserta didik, selain Hot-Spot juga terdapat fasilitas bermain untuk anak-anak, misalnya bandulan, air mancur, dan lain-lain. Sebenarnya banyak sekali yang dapat masyarakat manfaatkan dari adanya alun-alun. Oleh sebab itu masyarakat tidak perlu mencari tempat wisata yang mahal karena dengan adanya alun-alun masyarakat sudah dapat berekreasi sambil belajar.
Wisata di alun-alun juga terdapat penampilan kesenian, Misalnya seperti kesenian “topeng monyet” yang menghibur pengunjung khusunya anak-anak yang masih berusia belia. Kesenian “topeng monyet” yang sekarang ini hampir punah sebenarnya dapat memberi pengetahuan pada anak-anak bahwa seekor monyet itu mampu menirukan gaya manusia yang sedang bekerja sesuai dengan profesinya. Misalnya seekor monyet yang menirukan gaya petani ketika membajak sawah, seekor monyet yang menirukan gaya orang berjualan memikul keranjang, seekor monyet yang menirukan gaya tukang becak, dan lain-lain
Alun-alun selain dapat masyarakat kunjungi setiap hari juga dapat menghilangkan penat, walaupun itu hanya sekedar bejalan-jalan. Dengan biayanya yang gratis, tidak menutup kemungkinan masyarakat juga membutuhkan uang saku untuk menuju kesini karena terdapat berbagai jajanan yang dijual, misalnya cilok, jagung bakar, gorengan, dan lain-lain. Selain itu terdapat banyak penjual dengan berbagai jenis jualan. Misalnya penjual bakso, kaca mata, dan lain-lain. Para penjual yang menawarkan dagangannya juga dapat memberikan pendidikan kepada pengunjung yang datang ke wisata ini. Misalnya masyarakat dapat menanyakan bagaimana pendidikan yang ditempuh para penjual sebelum mereka menjadi penjual, atau menanyakan apakah cita-cita mereka dulu? dan mereka menjadi penjual itu dari kehendak dirinya atau terpaksa? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu dapat memotivasi para pengunjung bahwa kehidupan butuh perjuangan, dan tanpa adanya pendidikan kita tidak dapat memperoleh apa yang kita ingnkan kecuali itu kehendak tuhan.
Banyak pengetahuan yang dapat kita peroleh ketika berkunjung ke Alun-alun, selain dapat menemui hal baru yang dapat menambah pengetahuan masyarakat. Masyarakat juga dapat menambah kenalan, dengan begitu masyarakat dapat memperoleh koneksi untuk relasi. Tapi kadangkala hal seperti itu sukar dilakukan, jarang sekali masyarakat memanfaatkan relasi.
Alun-alun yang menjadi sarana pendidikan disamping untuk berwisata juga tidak terlepas dari dukungan pemerintah dan pengelola alun-alun. Pengelola yang sudah membuat alun-alun sedemikian dapat dibuat lebih menarik lagi, misalnya membangun patung-patung di sudut jalan, memberi nama tanaman yang tumbuh di alun-alun dengan menggunakan istilahnya, mengembangkan pertunjukan-pertunjukan yang dapat meningkatkan potensi peserta didik dalam belajar, dan lain-lain. Ditambah suasana yang asri dan rindang pastinya banyak peserta didik yang antusias dalam belajar.
Belajar sebenarnya tak sesulit yang masyarakat pikirkan. Walaupun di alun-alun masyarakat juga dapat memperoleh pengetahuan. Istilahnya masyarakat dapat menggunakan alun-alun sebagai wahana untuk belajar sambil bermain, dengan begitu masyarakat tidak merasa bosan. Jika kita menilik lebih jauh pada pelajar. Sering kali kita menjumpai banyak pelajar yang kurang antusias dalam belajar dan senang bermalas-malasan. Apakah yang membuat mereka demikian? Tentunya kita sudah tahu alasannya, alasan yang logis yaitu mereka merasa bosan belajar dengan susasan kelas yang selalu sama setiap hari. Tidak ada suasana baru yang tercipta dalam kelas. Dalam hal ini saya terinspirasi untuk membuat sebuah puisi yang berjudul Rindang & asri itu nyaman.
Kutengok kesana kemari
Tak kutemukan tempat yang kunanti
Tempat yang rindang serta asri
Penuh bunga dan taman yang menemani
Tahukah dimana itu?
Akupun bertanya-tanya
Tanpa ada jawaban yang pasti
Dan akhirnya kutemukan
Tempat belajar yang lama kunanti
Penuh dengan kehijauannya
Membuat suasana belajarku
Nyaman, senang, dan tenang
Puisi di atas menggambarkan bagaimana senangnya belajar dengan suasana yang asri dan rindang. Banyak hal yang dapat membuat peserta didik termotivasi untuk belajar, salah satunya dengan mencari tempat santai yang rindang dan sejuk. Dengan mencari tempat belajar yang seperti itu dapat memaksimalkan belajar para peserta didik.
Belajar dengan santai bukan berarti tidak serius. Dengan gaya belajar yang santai tapi serius pemahaman peserta didik akan lebih mendalam tentang pelajaran yang dipelajarinya dan tentunya ingatan yang diperoleh cukup lama terhapus. Orang yang tidak berani belajar secara santai biasanya menggunakan kerja otak yang keras dan itu dapat berakibat cepat lelah dan bosan, berbeda dengan belajar secara santai tapi serius. Gak percaya coba buktikan sendiri.
By: Faizatur Rohmah
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Prinsip Human Relation
a) Hindari kebiasaan SOK (salahi, omeli,kritik)
b) Berikan penghargaan yang jujur dan tulus
c) Bangunlah keinginan / kemaan untuk keberhasilan orang lain
d) Berilah perhatian yang sungguh pada orang lain
e) Senyum
f) Ingatlah bahwa nama seseorang bagi pemiliknya merupakan bunyiyang paling indah dan paling penting dalam segala bahasa
g) Jadilah pendengar yang baik
h) Berbicaralah sesuai dengan minat orang lain
i) Buatlah agar orang lain merasa dirinya penting dan lakukanlah dengan tulus
b) Berikan penghargaan yang jujur dan tulus
c) Bangunlah keinginan / kemaan untuk keberhasilan orang lain
d) Berilah perhatian yang sungguh pada orang lain
e) Senyum
f) Ingatlah bahwa nama seseorang bagi pemiliknya merupakan bunyiyang paling indah dan paling penting dalam segala bahasa
g) Jadilah pendengar yang baik
h) Berbicaralah sesuai dengan minat orang lain
i) Buatlah agar orang lain merasa dirinya penting dan lakukanlah dengan tulus
CARA BELAJAR EFEKTIF
By:Faizatur Rohmah
Belajar adalah tindakan / perilaku yang mengubah perilaku kita menjadi lebih baikdan lebih baik kita lakukan dengan mempraktikannya.
Prinsip belajar efektif adalah :
• Motivasi
• Konsentrasi (memusatkan fikiran dalam satu titik)
• Adanya pengertian dari apa yang kia pelajari
• Pengulangan
• Adanya manfaat
• Istirahat
• Pemidahan proses belajar
• Ada ekspresi hasil belajar
• Hambatan harus di singkirkan
Cara untuk lebih mudah mengerti pelajaran :
Menanyakan pada diri sendiri apa yang kita pelajari
Membuat ringkasan / skema
Menghubungkan dengan masalah yang lebih besar /keseluruhan
Menyusun singkatan
Bertanya kpada orang lain
Mengulang pelajaran sekolah dirumah
Hasilnya di ekpresikan
Ada minat
Ber sikap kritis
Memiliki dorongan yang kuat untuk maju
Disingkir kan sikap malu
Harus aktif memikirkan pelajaran
Laukan yang terbaik
Tetap dan waktu harus tetap
Buatlah jadwal
Belajar adalah tindakan / perilaku yang mengubah perilaku kita menjadi lebih baikdan lebih baik kita lakukan dengan mempraktikannya.
Prinsip belajar efektif adalah :
• Motivasi
• Konsentrasi (memusatkan fikiran dalam satu titik)
• Adanya pengertian dari apa yang kia pelajari
• Pengulangan
• Adanya manfaat
• Istirahat
• Pemidahan proses belajar
• Ada ekspresi hasil belajar
• Hambatan harus di singkirkan
Cara untuk lebih mudah mengerti pelajaran :
Menanyakan pada diri sendiri apa yang kita pelajari
Membuat ringkasan / skema
Menghubungkan dengan masalah yang lebih besar /keseluruhan
Menyusun singkatan
Bertanya kpada orang lain
Mengulang pelajaran sekolah dirumah
Hasilnya di ekpresikan
Ada minat
Ber sikap kritis
Memiliki dorongan yang kuat untuk maju
Disingkir kan sikap malu
Harus aktif memikirkan pelajaran
Laukan yang terbaik
Tetap dan waktu harus tetap
Buatlah jadwal
Pelajaran Penting yang Dianggap Remeh
By:Faizatur Rohmah
Pelajaran Bahasa Indonesia merupakan suatu aspek penting yang perlu diajarkan kepada para siswa di sekolah. Pelajaran ini dianggap penting karena bahasa adalah alat komunikasi yang paling efektif, sehingga mempermudah para siswa untuk berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Tak kalah pentingnya, dengan belajar Bahasa Indonesia akan membuat para siswa semakin terampil berbahasa dengan begitu mereka semakin mahir berbahasa. Kemahiran berbahasa memerlukan pola alternatif baru yang lebih variatif. Dengan lebih variatifnya metode dan teknik yang disajikan diharapkan minat siswa untuk mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia meningkat dan memperlihatkan antusias yang tinggi.
Sebagai pelajaran yang penting tak heran jika Bahasa Indonesia diberikan sejak di bangku SD hingga lulus SMA. Dari situ diharapkan para siswa dapat menguasai dan memahami keterampilan berbahasa, seperti menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat keterampilan berbahasa tersebut pada dasarnya merupakan satu kesatuan yang disebut caturtunggal. Di samping itu, setiap keterampilan berbahasa tersebut sangat berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga sangat rugi jika para siswa tidak dapat menguasainya. Tarigan (1985:1) menyatakan bahwa “keterampilan berbahasa hanya dapat diperoleh dan dikuasai dengan jalan praktik dan banyak latihan”.
Kenyataan yang berkembang di Indonesia, pelajaran Bahasa Indonesia kurang adanya antusias yang tinggi dari para siswa. Pada umumnya siswa menempatkan pelajaran bahasa Indonesia pada urutan buncit, yaitu setelah pelajaran eksak dan beberapa ilmu sosial lain. Banyak para siswa yang menganggap remeh pelajaran Bahasa Indonesia, sehingga pelajaran ini menjadi kalah penting dibanding dengan pelajaran lain. Menyoroti masalah ini peran guru Bahasa Indonesia juga sangat penting, mengingat guru merupakan tokoh sentral dalam pengajaran.
Harras (1994) memberikan penjelasan peranan penting guru pada uraian berikut ini.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di beberapa negara berkembang, termasuk Indonesia, dilaporkannya bahwa guru merupakan faktor determinan penyebab rendahnya mutu pendidikan di suatu sekolah. Begitu pula penelitian yang dilakukan International Association for the Evaluation of Education Achievement menunjukkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan antara tingkat penguasaan guru terhadap bahan yang diajarkan dengan pencapaian prestasi para siswanya.
Dari uraian diatas dapat diketahui penguasaan guru terhadap bahan yang diajarkan mempengaruhi prestasi siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Oleh sebab itu, sebaiknya seorang guru dapat menguasai materi yang akan diajarkan pada siswa. Disamping itu, seorang guru juga diharapkan dapat mengembangkan kemampuan berbahasa siswa dan khususnya dapat meningkatkan antusias para siswa dalam belajar Bahasa Indonesia. “Dalam penelitiannya tentang kesiapan guru Bahasa Indonesia, menemukan bahwa kemampuan mereka masih kurang. Kekurangan itu antara lain pada pemahaman, tujuan pengajaran, kemampuan mengembangkan program pengajaran, dan penyusunan serta penyelenggaraan tes hasil belajar. … . Koleksi buku di perpustakaan yang tidak memadai juga merupakan salah satu hambatan bagi guru dan siswa dalam proses pembelajaran di sekolah perpustakaan sekolah hanya berisi buku paket yang membuat siswa malas mengembangkan minat baca dan wawasan mereka lebih jauh. Menyadari peran penting pendidikan bahasa Indonesia, pemerintah seharusnya terus berusaha meningkatkan mutu pendidikan tersebut” (Sarwaji, 1996).
Mengenai mutu pendidikan di Indonesia, perhatian dari pemerintah masih sangat minim. Hal ini tergambar dari beragamnya masalah pendidikan yang rumit, seperti kualitas siswa yang masih rendah, pengajar yang kurang professional, biaya pendidikan yang mahal, dan lain sebagainya. Muliani (2010) menyatakan bahwa pendidikan yang bermutu hanya untuk orang kaya. Jika dicermati dari masalah tersebut, banyak sekali masalah pendidikan di Indonesia yang harus diselesaikan, sehingga perlu ada tindakan tegas dari pemerintah.
Daftar Rujukan:
Alfianto. A. 2009. Sekolah sebagai Tangan-tangan Peradaban Masa Depan, (Online), (http://asepadpend.wordpress.com/about/), diakses pada 18 Desember 2011.
Muliani. 2010. Masalah pendidikan di Indonesia, (Online), (http://perpuspdf.wordpress.com/2010/03/16/masalah-pendidikan-diindonesia), diakses pada 18 Desember 2011.
Tarigan, H.G. 1986. Menulis sebagai suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Pelajaran Bahasa Indonesia merupakan suatu aspek penting yang perlu diajarkan kepada para siswa di sekolah. Pelajaran ini dianggap penting karena bahasa adalah alat komunikasi yang paling efektif, sehingga mempermudah para siswa untuk berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Tak kalah pentingnya, dengan belajar Bahasa Indonesia akan membuat para siswa semakin terampil berbahasa dengan begitu mereka semakin mahir berbahasa. Kemahiran berbahasa memerlukan pola alternatif baru yang lebih variatif. Dengan lebih variatifnya metode dan teknik yang disajikan diharapkan minat siswa untuk mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia meningkat dan memperlihatkan antusias yang tinggi.
Sebagai pelajaran yang penting tak heran jika Bahasa Indonesia diberikan sejak di bangku SD hingga lulus SMA. Dari situ diharapkan para siswa dapat menguasai dan memahami keterampilan berbahasa, seperti menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat keterampilan berbahasa tersebut pada dasarnya merupakan satu kesatuan yang disebut caturtunggal. Di samping itu, setiap keterampilan berbahasa tersebut sangat berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga sangat rugi jika para siswa tidak dapat menguasainya. Tarigan (1985:1) menyatakan bahwa “keterampilan berbahasa hanya dapat diperoleh dan dikuasai dengan jalan praktik dan banyak latihan”.
Kenyataan yang berkembang di Indonesia, pelajaran Bahasa Indonesia kurang adanya antusias yang tinggi dari para siswa. Pada umumnya siswa menempatkan pelajaran bahasa Indonesia pada urutan buncit, yaitu setelah pelajaran eksak dan beberapa ilmu sosial lain. Banyak para siswa yang menganggap remeh pelajaran Bahasa Indonesia, sehingga pelajaran ini menjadi kalah penting dibanding dengan pelajaran lain. Menyoroti masalah ini peran guru Bahasa Indonesia juga sangat penting, mengingat guru merupakan tokoh sentral dalam pengajaran.
Harras (1994) memberikan penjelasan peranan penting guru pada uraian berikut ini.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di beberapa negara berkembang, termasuk Indonesia, dilaporkannya bahwa guru merupakan faktor determinan penyebab rendahnya mutu pendidikan di suatu sekolah. Begitu pula penelitian yang dilakukan International Association for the Evaluation of Education Achievement menunjukkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan antara tingkat penguasaan guru terhadap bahan yang diajarkan dengan pencapaian prestasi para siswanya.
Dari uraian diatas dapat diketahui penguasaan guru terhadap bahan yang diajarkan mempengaruhi prestasi siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Oleh sebab itu, sebaiknya seorang guru dapat menguasai materi yang akan diajarkan pada siswa. Disamping itu, seorang guru juga diharapkan dapat mengembangkan kemampuan berbahasa siswa dan khususnya dapat meningkatkan antusias para siswa dalam belajar Bahasa Indonesia. “Dalam penelitiannya tentang kesiapan guru Bahasa Indonesia, menemukan bahwa kemampuan mereka masih kurang. Kekurangan itu antara lain pada pemahaman, tujuan pengajaran, kemampuan mengembangkan program pengajaran, dan penyusunan serta penyelenggaraan tes hasil belajar. … . Koleksi buku di perpustakaan yang tidak memadai juga merupakan salah satu hambatan bagi guru dan siswa dalam proses pembelajaran di sekolah perpustakaan sekolah hanya berisi buku paket yang membuat siswa malas mengembangkan minat baca dan wawasan mereka lebih jauh. Menyadari peran penting pendidikan bahasa Indonesia, pemerintah seharusnya terus berusaha meningkatkan mutu pendidikan tersebut” (Sarwaji, 1996).
Mengenai mutu pendidikan di Indonesia, perhatian dari pemerintah masih sangat minim. Hal ini tergambar dari beragamnya masalah pendidikan yang rumit, seperti kualitas siswa yang masih rendah, pengajar yang kurang professional, biaya pendidikan yang mahal, dan lain sebagainya. Muliani (2010) menyatakan bahwa pendidikan yang bermutu hanya untuk orang kaya. Jika dicermati dari masalah tersebut, banyak sekali masalah pendidikan di Indonesia yang harus diselesaikan, sehingga perlu ada tindakan tegas dari pemerintah.
Daftar Rujukan:
Alfianto. A. 2009. Sekolah sebagai Tangan-tangan Peradaban Masa Depan, (Online), (http://asepadpend.wordpress.com/about/), diakses pada 18 Desember 2011.
Muliani. 2010. Masalah pendidikan di Indonesia, (Online), (http://perpuspdf.wordpress.com/2010/03/16/masalah-pendidikan-diindonesia), diakses pada 18 Desember 2011.
Tarigan, H.G. 1986. Menulis sebagai suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Penyejuk Hati
Orang yang taat pada Allah akan di taati oleh orang lain
Jika kita lapar baca surat Al ikhlas sekali
Ilmu yang bermanfaat adlah ilmu yang bias mendekatkan diri kita kepada Allah dan di ukur keitika ada panggilan A llah kita langsung melakukan ibadah
Sunnat A b’at adalah sunnah ketika di tinggalkan untuk melakukan sujud sahwi
Sunnah hai’at adalah sunnah yang apabila di tinggalkan tidak di gantikan dengan sujud sahwi
Sholat fajar adalah sholat qobliyah subuh
Puasa ayaumul bid adalah hari putih pada tanggal 13, 14, 15
Sholih / sholihah adalah orang yang memenuhi hak hak Allah dan hambanya
Ziarah kubur dalah mendatangi kuburan dan mendoakan mayit dalam kubur dan agar ingat besok kita akan meninggal dan di kubur
Barang siapa sholat subuh berjamaah setelah itu dzikir kepada A llah sampai terbitnya matahari maka orang itu di beri pahala seperti orang haji dan umrah sempurna
Orang yang rindu masuk syurga maka dengan cepat cepat melakukan kebaikan
Sholat menyatakan bahwa kita rendah di hadapan Allah
Penyakit yang sulit di obati yaitu menuruti nafsu untuk bersenang senang
Anak pondok adalah calon dokter hati. Contohnya penyakit riya dan hasud
Jika kita lapar baca surat Al ikhlas sekali
Ilmu yang bermanfaat adlah ilmu yang bias mendekatkan diri kita kepada Allah dan di ukur keitika ada panggilan A llah kita langsung melakukan ibadah
Sunnat A b’at adalah sunnah ketika di tinggalkan untuk melakukan sujud sahwi
Sunnah hai’at adalah sunnah yang apabila di tinggalkan tidak di gantikan dengan sujud sahwi
Sholat fajar adalah sholat qobliyah subuh
Puasa ayaumul bid adalah hari putih pada tanggal 13, 14, 15
Sholih / sholihah adalah orang yang memenuhi hak hak Allah dan hambanya
Ziarah kubur dalah mendatangi kuburan dan mendoakan mayit dalam kubur dan agar ingat besok kita akan meninggal dan di kubur
Barang siapa sholat subuh berjamaah setelah itu dzikir kepada A llah sampai terbitnya matahari maka orang itu di beri pahala seperti orang haji dan umrah sempurna
Orang yang rindu masuk syurga maka dengan cepat cepat melakukan kebaikan
Sholat menyatakan bahwa kita rendah di hadapan Allah
Penyakit yang sulit di obati yaitu menuruti nafsu untuk bersenang senang
Anak pondok adalah calon dokter hati. Contohnya penyakit riya dan hasud
Bentuk-bentuk Paragra
Paragraf adalah suatu bagian dari bab pada sebuah karangan atau karya ilmiah dengan cara penulisan yang harus dimulai dengan baris baru, terdiri atas beberapa kalimat yang berkaitan serta membentuk satu kesatuan pikiran. Dalam membaca kita pasti menemui apa yang di sebut paragraf. Paragraf sangat diperlukan dalam setiap menulis buku ataupun yang lainnya yang berhubungan dengan membaca. Paragraf yang baik dan menarik adalah paragraf yang sesuai dengan paragraf sebelumnya atau informasi yang disampaikan tidak menyimpang dari paragraf sebelumnya. Macam-macam paragraf menurut tujuannya yaitu :
1. Narasi adalah paragraf yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian sehingga pembaca seolah-olah mengalami kejadian itu. Ciri-cirinya yaitu adanya kejadian, ada alur (tokoh,tempat,dan waktu), adanya karakter tokoh. Paragraf narasi ide pokoknya terletak diawal dan diakhir paragraf (campuran).
2. Deskripsi adalah paragraf yang menggambarkan sesuatu dengan jelas dan terperinci, yang bertujuan melukiskan atau memberikan gambaran terhadap sesuatu dengan jelas sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar, membaca, atau merasakan hal yang dideskripsikan. Ciri-cirinya yaitu ada objek yang digambarkan, informasi yang disampaikan runtut, bersifat subyektif bermakna konotasi. Paragraf deskripsi ide pokoknya bias deduktif dan bias juga induktif sesuai dengan ide dari penulis.
3. Argumentasi adalah paragraf yang membuktikan kebenaran tentang alasan dan bukti-bukti yang kuat dan meyakinkan untuk memperkuat ide atau pendapatnya penulis wacana argumentasi menyertakan data-data pendukung, dengan pembaca menjadi yakin atas kebenaran yang disampaikan penulis. Ciri-cirinya yaitu ada pendapat yang disertai dengan alasan yang logis untuk meyakinkan pembaca, bahasa yang digunakan bermakna denotatif, bersifat obyektif, dan ditutup dengan kesimpulan. Paragraf argumentasi ide pokoknya bisa deduktif dan juga bias induktif sesuai dengan ide dari penulis.
4. Persuasi adalah paragraf yang bertujuan mempengaruhi, menghimbau, membujuk atau merayu pembaca sehingga pembaca tergiur atau terpengaruh untuk mengikuti keinginan penulis. Ciri-cirinya yaitu ada bujukan atau ajakan untuk berbuat sesuatu, bersifat objektif, berupa fakta. Paragraf persuasi ide pokoknya bisa deduktif dan juga bias induktif sesuai dengan ide dari penulis.
5. Eksposisi adalah karangan yang menyajikan atau memaparkan sejumlah pengetahuan atau informasi. Tujuannya, pembaca mendapat pengetahuan atau informasi yang sejelas-jelasnya. Ciri-cirinya yaitu ada informasi untuk memaparkan suatu proses yang runtut, sistematis dan berkelanjutan, adanya gambar diagram untuk memperjelas isi paparan, nerusaha memberikan informasi yang jelas, bersifat obyektif, bermakna denotatif, dan berupa fakta dan opini. Paragraf eksposisi biasanya cenderung deduktif.
1. Narasi adalah paragraf yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian sehingga pembaca seolah-olah mengalami kejadian itu. Ciri-cirinya yaitu adanya kejadian, ada alur (tokoh,tempat,dan waktu), adanya karakter tokoh. Paragraf narasi ide pokoknya terletak diawal dan diakhir paragraf (campuran).
2. Deskripsi adalah paragraf yang menggambarkan sesuatu dengan jelas dan terperinci, yang bertujuan melukiskan atau memberikan gambaran terhadap sesuatu dengan jelas sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar, membaca, atau merasakan hal yang dideskripsikan. Ciri-cirinya yaitu ada objek yang digambarkan, informasi yang disampaikan runtut, bersifat subyektif bermakna konotasi. Paragraf deskripsi ide pokoknya bias deduktif dan bias juga induktif sesuai dengan ide dari penulis.
3. Argumentasi adalah paragraf yang membuktikan kebenaran tentang alasan dan bukti-bukti yang kuat dan meyakinkan untuk memperkuat ide atau pendapatnya penulis wacana argumentasi menyertakan data-data pendukung, dengan pembaca menjadi yakin atas kebenaran yang disampaikan penulis. Ciri-cirinya yaitu ada pendapat yang disertai dengan alasan yang logis untuk meyakinkan pembaca, bahasa yang digunakan bermakna denotatif, bersifat obyektif, dan ditutup dengan kesimpulan. Paragraf argumentasi ide pokoknya bisa deduktif dan juga bias induktif sesuai dengan ide dari penulis.
4. Persuasi adalah paragraf yang bertujuan mempengaruhi, menghimbau, membujuk atau merayu pembaca sehingga pembaca tergiur atau terpengaruh untuk mengikuti keinginan penulis. Ciri-cirinya yaitu ada bujukan atau ajakan untuk berbuat sesuatu, bersifat objektif, berupa fakta. Paragraf persuasi ide pokoknya bisa deduktif dan juga bias induktif sesuai dengan ide dari penulis.
5. Eksposisi adalah karangan yang menyajikan atau memaparkan sejumlah pengetahuan atau informasi. Tujuannya, pembaca mendapat pengetahuan atau informasi yang sejelas-jelasnya. Ciri-cirinya yaitu ada informasi untuk memaparkan suatu proses yang runtut, sistematis dan berkelanjutan, adanya gambar diagram untuk memperjelas isi paparan, nerusaha memberikan informasi yang jelas, bersifat obyektif, bermakna denotatif, dan berupa fakta dan opini. Paragraf eksposisi biasanya cenderung deduktif.
Problematika Membaca Artikel
KETERAMPILAN MEMBACA
PROBLEMATIKA MEMBACA ARTIKEL
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Keterampilan Membaca
Dibimbing oleh Bu. Prima Vidya Asteria, S.Pd
Disusun Oleh Kelompok 3 :
1. Faizatur Rohmah (115110701111001)
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
FAKULTAS ILMU BUDAYA
JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Desember 2011
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Definisi artikel atau pengertian artikel dibahas oleh berbagai tulisan dan literatur, namun menurut kangmoes, definisi yang paling ringkas dan paling sederhana adalah definisi artikel menurut kamus besar bahasa indonesia. Menurut KBBI, pengertian artikel adalah “karya tulis lengkap” misalnya laporan berita atau esai dalam majalah. Menurut definisi ini sebuah artikel idelanya membahas seluk beluk suatu tema secara tuntas. Oleh karena itu, beberapa orang kemudian mencoba untuk merinci ciri-ciri sebuah artikel, yakni lugas, logis, tuntas, obyektif, cermat, jelas dan padat.
Akan tetapi, karena tidak ada aturan baku sebuah artikel harus begini dan begitu (setidaknya sampai saat ini kangmoes belum menemukannya) maka sebagian orang menyanggah pendapat mengenai ciri-ciri artikel diatas karena penulisan artikel bisa tergantung karena tujuan dituliskannya artikel. Tujuan penulisan artikel paling misalnya;
1. Tujuan Penugasan
Misalnya seorang siswa sekolah yang diberi tujuan untuk menulis sebuah artikel.
2. Tujuan Informasi
Artikel yang tujuannya semata-mata untuk memberikan informasi kepada pembaca mengenai sebuah hal.
3. Tujuan Persuasi (membujuk)
Artikel yang mengulas sesuatu hal yang didalamnya terkandung muatan pembujukan kepada pembaca untuk melakukan suatu hal atau membeli suatu barang. Misalnya artikel tentang diabetes yang terselip materi promosi akan suatu produk bebas gula yang aman dikonsumsi oleh penderita diabetes. Secara tidak langsung, ini menjadi sanggahan akan ciri obyektif sebuah artikel yang telah disebutkan diatas.
4. Tujuan Entertainment
Artikel yang tujuannya untuk menghibur pembaca.
5. Tujuan Eksistensi
Artikel yang ditulis untuk menjadi penegasan diri atau untuk menyatakan eksistensi diri penulis kepada pembaca.
6. Tujuan Kreatif
Artikel yang ditulis untuk penyaluran suatu ide.
7. Tujuan Pemecahan masalah
Yakni artikel yang ditulis dengan tujuan membantu pembaca memecahkan permasalahan yang dihadapi.
Namun menurut kamus, batas-batas dari penulisan artikel bisa menjadi lebih luas lagi. Dengan kata lain, definisi artikel atau pengertian artikel bisa pula tergantung konteks keilmuan yang dihadapi oleh penulis artikel.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah :
1.2.1 Bagaimana Fenomena membaca artikel?
1.2.2 Apa saja problematika membaca artikel?
1.2.3 Bagaimana solusi dari kesulitan membaca artikel?
1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1.3.1 Mengetahui bagaimana fenomena membaca artikel.
1.3.2 Mengetahui apa saja problematika dari membaca artikel.
1.3.3 Dapat mengetahui solusi dari kesulitan membaca artikel.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Fenomena Membaca Artikel
Dalam artikel "Perdagangan Manusia", tersirat sejumlah persoalan penting yang perlu dicermati dan ditanggapi. Permasalahan adalah sesuatu yang dapat rnenghambat dalam pencapaian tujuan. Jika tidak segera diatasi, permasalahan berpotensi menimbulkan kerugian. Permasalahan menyebabkan jarak yang semakin lebar antara harapan dan cita-cita hidup dengan kenyataan. Di antara permasalahan itu, ada yang sudah begitu nyata mengancam kehidupan pembaca.
Permasalahan tersebut bukan lagi berupa isu, rumor, opini, fenomena, atau wacana, melainkan benar-benar konkret dan dekat dengan kehidupan pembaca. Permasalahan tersebut perlu penanganan segera karena dampaknya akan langsung dirasakan. Biasanya, persoalan itu menyangkut urusan pemenuhan kebutuhan pokok atau hak yang mendasar dari hidup manusia.
Di samping itu, ada permasalahan yang bersifat umum atau universal. Permasalahan ini merupakan persoalan global yang kadang tidak begitu disadari kehadirannya. Pembaca yang tidak peka dan peduli pada isu-isu global dan kurang mengikuti arus informasi, kadang hanya menganggapnya sebagai cerita atau wacana. Memang, permasalahan itu tidak menimbulkan dampak yang langsung memengaruhi nasib manusia. Namun, kalau tidak diwaspadai dan diantisipasi, iuga berpotensi besar menimbulkan kerugian bagi kehidupan.
2.2 Problematika Membaca Artikel
a. Menentukan Topik dan Kalimat Topik dalam Artikel
Topik adalah berasal dari bahasa Yunani “topoi” yang berarti tempat, dalam tulis menulis berarti pokok pembicaraan atau sesuatu yang menjadi landasan penulisan suatu artikel. Artikel yang baik tidak mengandung informasi tak relevan maupun informasi yang sedikit relevan. Ketika menulis artikel, mungkin Anda melenceng ke topik sampingan. Masukkan informasi tambahan semacam itu pada artikel berbeda yang lebih sesuai dengan topik baru tersebut. Pranala dapat diberikan ke artikel baru ini dan pembaca yang tertarik dapat mengikuti pranala tersebut, sementara pembaca yang tidak tertarik tidak perlu terganggu.
Ciri-ciri kalimat topik:
a.Biasanya diletakkan pada awal paragraph, tetapi bisa juga diletakkan pada bagian akhir paragraf.
b.Suatu kalimat berisikan kalimat utama ditandai oleh kata-kata kunci seperti:
• Sebagai kesimpulan….
• Yang penting….
• Jadi, …..
• Dengan demikian…
c. Biasanya berisi suatu pernyataan yang nantinya akan dijelaskan lebih lanjut oleh kalimat penjelas.
b. Kesulitan Menemukan Ide Pokok Dalam Artikel
Didalam menemukan ide pokok dalam artikel ada beberapa letak yaitu terdapat di awal kalimat (deduktif), di akhir kalimat(induksi), di tengah kalimat dan di awal dan di akhir kalimat (campuran). Cara menemukan ide pokok dan permasalahan dalam artikel yaitu bacalah artikel kemudian temukan ide pokoknya, biasanya ide pokoknya dijumpai di awal kalimat, di akhir kalimat dan di tengah kalimat serta di awal dan akhir kalimat, bila perlu kalimat-kalimat penjelas atau gagasan pendukungnya diabaikan. Setelah menemukan ide pokoknya dari masing-masing paragraf, rangkaikanlah dengan kalimat yang sederhana dan efektif untuk menjadikannya ke dalam satu kesatuan pikiran. Dengan demikian, pokok pesoalan atau permasalahan yang dibahas dalam artikel menjadi jelas. Menemukan ide pokok terdapat beberapa pola yaitu terbagi atas dua pola yakni:
a. Pola Pengembangan Paragraf Secara Induksi
Pola pengembangan paragraf secara induksi yaitu pola pengembangan ide pokok atau gagasan-gagasan yang terdapat di akhir kalimat. Pola pengembangan paragraf secara induksi terdiri dari generalisasi, analogi dan sebab-akibat. Generalisasi adalah proses penalaran menggunakan beberapa pernyataan khusus dengan ciri-ciri tertentu untuk ditarik simpulan yang bersifat umum. Analogi adalah cara bernalar dengan membandingkan dua hal (atau lebih) yang memiliki sifat atau keadaan yang sama agar dapat ditarik simpulan yang sejalan. Sedangkan sebab-akibat adalah penyebab dari suatu masalah menuju akibat dari masalah tersebut.
b. Pola Pengembangan Paragraf Secara Deduktif
Pola pengembangan paragraf secara deduktif yaitu pola pengembangan ide pokok atau gagasan-gagasan yang terdapat diawal kalimat. Pengembangan secara deduktif terdiri dari silogisme dan entimem. Silogisme adalah sebuah cara menarik simpulan (konklusi) berdasarkan premis yang ada. Premis adalah pernyataan yang dianggap atau diamsusikan benar. Sedangkan entimem adalah silogisme yang diperpendek atau dipersingkat. Caranya dengan melesapkan unsur PU (premis umum).
Artikel terdiri dari gagasan-gagasan yang tertuang ke dalam bentuk kalimat pada masing-masing paragraf. Gagasan inilah yang disebut dengan ide pokok penulisan. Biasanya kita sulit menentukan ide pokok dan permasalahan yang terdapat dalam artikel karena disebabkan kurangnya daya pemahaman dan memaknai isi dari suatu bacaan dan kurangnya pengetahuan ataupun teknik dalam menemukan ide pokok dalam artikel. Kita dapat menemukan ide pokok dan permasalahan dalam artikel dengan membaca intensif, sehingga kita dengan cepat menemukan ide pokok yang terdapat dalam artikel.
c. Menyimpulkan isi Artikel
Dengan kita sudah menemukan topik dan kalimat topik, itu dapat memudahkan kita mengetahui isi.
Setelah kita mengerti langkah awal itu, kita tinggal menggabungkan ide pokok yang terdapat dalam setiap paragraf
Paragraf yang tersusun atas beberapa ide pokok itulah yang menjadi isi utama artikel tersebut
2.2 Solusi Dalam Kesulitan Membaca Artikel
1. Membaca Intensif
Membaca intensif merupakan suatu kegiatan membaca secara teliti dengan tujuan memahami keseluruhan isi bacaan, baik yang bersifat tersurat maupun tersirat. Tujuan membaca intensif yaitu dapat dengan mudah menemukan ide pokok dan permasalahan yang dikaji dalam artikel atau suatu bacaan.
Biasanya kita sulit menemukan ide pokok dalam artikel karena kurangnya pemahaman dan memaknai isi artikel atau suatu bacaan serta kurangnya pengetahuan tentang cara menemukan ide pokok dalam artikel. Untuk itu kita menggunakan cara membaca intensif dalam menemukan ide pokok maupun permasalahan yang dikaji dalam artikel maupun dari bacaan lainnya.
2. Menentukan Kalimat utama
Kita dapat mencari gagasan utama paragraf dengan hanya mencari kalimat utama. Untuk mencari kalimat utama kita hanya perlu mencari kalimat yang mencangkup seluruh isi paragraf, yang mana kalimat itu menyeluruh, simpel.Adapun cara lainya yaitu mencari kalimat yang mana kalimat itu di jelsakan oleh kalimat yang lain.
Ex: Di kebunku terdapat macam-macam bunga. Ada bunga mawar yang harum dan bentuknya indah. Ada pula bunga melati yang rumpun dengan bau semerbak. Serta, juga ada pula bunga matahari besar yang hampir memenuhi kebunku.
macam-macam bunga dijelaskan oleh = mawar,melati,matahari
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Cara menemukan ide pokok dalam artikel yaitu bacalah artikel terlebih dahulu kemudian temukan ide pokoknya. Biasanya ide pokok dapat ditemukan pada awal kalimat (deduktif), akhir kalimat (induktif) dan di tengah kalimat serta di awal dan di akhir kalimat (campuran). Setelah ide pokoknya ditemukan pada masing-masing paragraf, rangkaikanlah dengan kalimat yang sederhana dan efektif untuk menjadikannya ke dalam sau kesatuan pikiran. Dengan demikian, pokok persoalan atau permasalahan yang dibahas dalam artikel menjadi jelas.
Ide pokok dalam artikel ataupun bacaan lainnya dapat ditemukan dengan kegiatan membaca intensif, karena dengan membaca intensif kita dengan mudah memahami dan memaknai isi dari suatu bacaan dalam artikel.
3.2 Saran
Penulis berharap agar kegiatan membaca intensif ini dapat ditingkatkan sehingga para pelajar dapat menemukan ide pokok yang terdapat dalam artikel.
DAFTAR PUSTAKA
Marsudi, Demas. 2009. Bahasa dan Sastra Indonesia 3. Surakarta: Departemen Pendidikan Nasional
Sukoco, Hari. 2009. Bahasa Indonesia. Jakarta: Sinar Mandiri.
Kegunaan coklat bagi kesehastan Originally published in Shvoong: http://id.shvoong.com/society-and-news/news-items/1989197-kegunaan-coklat-bagi-kesehastan/
PROBLEMATIKA MEMBACA ARTIKEL
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Keterampilan Membaca
Dibimbing oleh Bu. Prima Vidya Asteria, S.Pd
Disusun Oleh Kelompok 3 :
1. Faizatur Rohmah (115110701111001)
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
FAKULTAS ILMU BUDAYA
JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Desember 2011
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Definisi artikel atau pengertian artikel dibahas oleh berbagai tulisan dan literatur, namun menurut kangmoes, definisi yang paling ringkas dan paling sederhana adalah definisi artikel menurut kamus besar bahasa indonesia. Menurut KBBI, pengertian artikel adalah “karya tulis lengkap” misalnya laporan berita atau esai dalam majalah. Menurut definisi ini sebuah artikel idelanya membahas seluk beluk suatu tema secara tuntas. Oleh karena itu, beberapa orang kemudian mencoba untuk merinci ciri-ciri sebuah artikel, yakni lugas, logis, tuntas, obyektif, cermat, jelas dan padat.
Akan tetapi, karena tidak ada aturan baku sebuah artikel harus begini dan begitu (setidaknya sampai saat ini kangmoes belum menemukannya) maka sebagian orang menyanggah pendapat mengenai ciri-ciri artikel diatas karena penulisan artikel bisa tergantung karena tujuan dituliskannya artikel. Tujuan penulisan artikel paling misalnya;
1. Tujuan Penugasan
Misalnya seorang siswa sekolah yang diberi tujuan untuk menulis sebuah artikel.
2. Tujuan Informasi
Artikel yang tujuannya semata-mata untuk memberikan informasi kepada pembaca mengenai sebuah hal.
3. Tujuan Persuasi (membujuk)
Artikel yang mengulas sesuatu hal yang didalamnya terkandung muatan pembujukan kepada pembaca untuk melakukan suatu hal atau membeli suatu barang. Misalnya artikel tentang diabetes yang terselip materi promosi akan suatu produk bebas gula yang aman dikonsumsi oleh penderita diabetes. Secara tidak langsung, ini menjadi sanggahan akan ciri obyektif sebuah artikel yang telah disebutkan diatas.
4. Tujuan Entertainment
Artikel yang tujuannya untuk menghibur pembaca.
5. Tujuan Eksistensi
Artikel yang ditulis untuk menjadi penegasan diri atau untuk menyatakan eksistensi diri penulis kepada pembaca.
6. Tujuan Kreatif
Artikel yang ditulis untuk penyaluran suatu ide.
7. Tujuan Pemecahan masalah
Yakni artikel yang ditulis dengan tujuan membantu pembaca memecahkan permasalahan yang dihadapi.
Namun menurut kamus, batas-batas dari penulisan artikel bisa menjadi lebih luas lagi. Dengan kata lain, definisi artikel atau pengertian artikel bisa pula tergantung konteks keilmuan yang dihadapi oleh penulis artikel.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah :
1.2.1 Bagaimana Fenomena membaca artikel?
1.2.2 Apa saja problematika membaca artikel?
1.2.3 Bagaimana solusi dari kesulitan membaca artikel?
1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1.3.1 Mengetahui bagaimana fenomena membaca artikel.
1.3.2 Mengetahui apa saja problematika dari membaca artikel.
1.3.3 Dapat mengetahui solusi dari kesulitan membaca artikel.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Fenomena Membaca Artikel
Dalam artikel "Perdagangan Manusia", tersirat sejumlah persoalan penting yang perlu dicermati dan ditanggapi. Permasalahan adalah sesuatu yang dapat rnenghambat dalam pencapaian tujuan. Jika tidak segera diatasi, permasalahan berpotensi menimbulkan kerugian. Permasalahan menyebabkan jarak yang semakin lebar antara harapan dan cita-cita hidup dengan kenyataan. Di antara permasalahan itu, ada yang sudah begitu nyata mengancam kehidupan pembaca.
Permasalahan tersebut bukan lagi berupa isu, rumor, opini, fenomena, atau wacana, melainkan benar-benar konkret dan dekat dengan kehidupan pembaca. Permasalahan tersebut perlu penanganan segera karena dampaknya akan langsung dirasakan. Biasanya, persoalan itu menyangkut urusan pemenuhan kebutuhan pokok atau hak yang mendasar dari hidup manusia.
Di samping itu, ada permasalahan yang bersifat umum atau universal. Permasalahan ini merupakan persoalan global yang kadang tidak begitu disadari kehadirannya. Pembaca yang tidak peka dan peduli pada isu-isu global dan kurang mengikuti arus informasi, kadang hanya menganggapnya sebagai cerita atau wacana. Memang, permasalahan itu tidak menimbulkan dampak yang langsung memengaruhi nasib manusia. Namun, kalau tidak diwaspadai dan diantisipasi, iuga berpotensi besar menimbulkan kerugian bagi kehidupan.
2.2 Problematika Membaca Artikel
a. Menentukan Topik dan Kalimat Topik dalam Artikel
Topik adalah berasal dari bahasa Yunani “topoi” yang berarti tempat, dalam tulis menulis berarti pokok pembicaraan atau sesuatu yang menjadi landasan penulisan suatu artikel. Artikel yang baik tidak mengandung informasi tak relevan maupun informasi yang sedikit relevan. Ketika menulis artikel, mungkin Anda melenceng ke topik sampingan. Masukkan informasi tambahan semacam itu pada artikel berbeda yang lebih sesuai dengan topik baru tersebut. Pranala dapat diberikan ke artikel baru ini dan pembaca yang tertarik dapat mengikuti pranala tersebut, sementara pembaca yang tidak tertarik tidak perlu terganggu.
Ciri-ciri kalimat topik:
a.Biasanya diletakkan pada awal paragraph, tetapi bisa juga diletakkan pada bagian akhir paragraf.
b.Suatu kalimat berisikan kalimat utama ditandai oleh kata-kata kunci seperti:
• Sebagai kesimpulan….
• Yang penting….
• Jadi, …..
• Dengan demikian…
c. Biasanya berisi suatu pernyataan yang nantinya akan dijelaskan lebih lanjut oleh kalimat penjelas.
b. Kesulitan Menemukan Ide Pokok Dalam Artikel
Didalam menemukan ide pokok dalam artikel ada beberapa letak yaitu terdapat di awal kalimat (deduktif), di akhir kalimat(induksi), di tengah kalimat dan di awal dan di akhir kalimat (campuran). Cara menemukan ide pokok dan permasalahan dalam artikel yaitu bacalah artikel kemudian temukan ide pokoknya, biasanya ide pokoknya dijumpai di awal kalimat, di akhir kalimat dan di tengah kalimat serta di awal dan akhir kalimat, bila perlu kalimat-kalimat penjelas atau gagasan pendukungnya diabaikan. Setelah menemukan ide pokoknya dari masing-masing paragraf, rangkaikanlah dengan kalimat yang sederhana dan efektif untuk menjadikannya ke dalam satu kesatuan pikiran. Dengan demikian, pokok pesoalan atau permasalahan yang dibahas dalam artikel menjadi jelas. Menemukan ide pokok terdapat beberapa pola yaitu terbagi atas dua pola yakni:
a. Pola Pengembangan Paragraf Secara Induksi
Pola pengembangan paragraf secara induksi yaitu pola pengembangan ide pokok atau gagasan-gagasan yang terdapat di akhir kalimat. Pola pengembangan paragraf secara induksi terdiri dari generalisasi, analogi dan sebab-akibat. Generalisasi adalah proses penalaran menggunakan beberapa pernyataan khusus dengan ciri-ciri tertentu untuk ditarik simpulan yang bersifat umum. Analogi adalah cara bernalar dengan membandingkan dua hal (atau lebih) yang memiliki sifat atau keadaan yang sama agar dapat ditarik simpulan yang sejalan. Sedangkan sebab-akibat adalah penyebab dari suatu masalah menuju akibat dari masalah tersebut.
b. Pola Pengembangan Paragraf Secara Deduktif
Pola pengembangan paragraf secara deduktif yaitu pola pengembangan ide pokok atau gagasan-gagasan yang terdapat diawal kalimat. Pengembangan secara deduktif terdiri dari silogisme dan entimem. Silogisme adalah sebuah cara menarik simpulan (konklusi) berdasarkan premis yang ada. Premis adalah pernyataan yang dianggap atau diamsusikan benar. Sedangkan entimem adalah silogisme yang diperpendek atau dipersingkat. Caranya dengan melesapkan unsur PU (premis umum).
Artikel terdiri dari gagasan-gagasan yang tertuang ke dalam bentuk kalimat pada masing-masing paragraf. Gagasan inilah yang disebut dengan ide pokok penulisan. Biasanya kita sulit menentukan ide pokok dan permasalahan yang terdapat dalam artikel karena disebabkan kurangnya daya pemahaman dan memaknai isi dari suatu bacaan dan kurangnya pengetahuan ataupun teknik dalam menemukan ide pokok dalam artikel. Kita dapat menemukan ide pokok dan permasalahan dalam artikel dengan membaca intensif, sehingga kita dengan cepat menemukan ide pokok yang terdapat dalam artikel.
c. Menyimpulkan isi Artikel
Dengan kita sudah menemukan topik dan kalimat topik, itu dapat memudahkan kita mengetahui isi.
Setelah kita mengerti langkah awal itu, kita tinggal menggabungkan ide pokok yang terdapat dalam setiap paragraf
Paragraf yang tersusun atas beberapa ide pokok itulah yang menjadi isi utama artikel tersebut
2.2 Solusi Dalam Kesulitan Membaca Artikel
1. Membaca Intensif
Membaca intensif merupakan suatu kegiatan membaca secara teliti dengan tujuan memahami keseluruhan isi bacaan, baik yang bersifat tersurat maupun tersirat. Tujuan membaca intensif yaitu dapat dengan mudah menemukan ide pokok dan permasalahan yang dikaji dalam artikel atau suatu bacaan.
Biasanya kita sulit menemukan ide pokok dalam artikel karena kurangnya pemahaman dan memaknai isi artikel atau suatu bacaan serta kurangnya pengetahuan tentang cara menemukan ide pokok dalam artikel. Untuk itu kita menggunakan cara membaca intensif dalam menemukan ide pokok maupun permasalahan yang dikaji dalam artikel maupun dari bacaan lainnya.
2. Menentukan Kalimat utama
Kita dapat mencari gagasan utama paragraf dengan hanya mencari kalimat utama. Untuk mencari kalimat utama kita hanya perlu mencari kalimat yang mencangkup seluruh isi paragraf, yang mana kalimat itu menyeluruh, simpel.Adapun cara lainya yaitu mencari kalimat yang mana kalimat itu di jelsakan oleh kalimat yang lain.
Ex: Di kebunku terdapat macam-macam bunga. Ada bunga mawar yang harum dan bentuknya indah. Ada pula bunga melati yang rumpun dengan bau semerbak. Serta, juga ada pula bunga matahari besar yang hampir memenuhi kebunku.
macam-macam bunga dijelaskan oleh = mawar,melati,matahari
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Cara menemukan ide pokok dalam artikel yaitu bacalah artikel terlebih dahulu kemudian temukan ide pokoknya. Biasanya ide pokok dapat ditemukan pada awal kalimat (deduktif), akhir kalimat (induktif) dan di tengah kalimat serta di awal dan di akhir kalimat (campuran). Setelah ide pokoknya ditemukan pada masing-masing paragraf, rangkaikanlah dengan kalimat yang sederhana dan efektif untuk menjadikannya ke dalam sau kesatuan pikiran. Dengan demikian, pokok persoalan atau permasalahan yang dibahas dalam artikel menjadi jelas.
Ide pokok dalam artikel ataupun bacaan lainnya dapat ditemukan dengan kegiatan membaca intensif, karena dengan membaca intensif kita dengan mudah memahami dan memaknai isi dari suatu bacaan dalam artikel.
3.2 Saran
Penulis berharap agar kegiatan membaca intensif ini dapat ditingkatkan sehingga para pelajar dapat menemukan ide pokok yang terdapat dalam artikel.
DAFTAR PUSTAKA
Marsudi, Demas. 2009. Bahasa dan Sastra Indonesia 3. Surakarta: Departemen Pendidikan Nasional
Sukoco, Hari. 2009. Bahasa Indonesia. Jakarta: Sinar Mandiri.
Kegunaan coklat bagi kesehastan Originally published in Shvoong: http://id.shvoong.com/society-and-news/news-items/1989197-kegunaan-coklat-bagi-kesehastan/


