Puasa Bikin Lemes?

Kita terbiasa berpikir dengan berpuasa, banyak waktu makan yang harus "hilang", yaitu sarapan dan makan siang. Dan pola pikir demikian ternyata men-sugesti kita untuk merasa lemas saat menjalani puasa, terutama saat siang sampai menjelang waktu berbuka.

Memperbanyak asupan serat pada saat sahur adalah salah satu cara mencegah cepat datangnya 'kukuruyuk' di perut. Serat bisa diperoleh dari buah-buahan, sayur-sayuran, atau karbohidrat berserat seperti oatmeal. Serat atau karbohidrat kompleks memiliki efek mengenyangkan karena mampu mengembang dalam lambung. Namun serat juga lebih lama dicerna dibandingkan dengan karbohidrat sederhana, protein dan lemak. Artinya, serat akan lebih lama tertinggal di lambung dibanding zat gizi lainnya. Karena itu perut akan terasa lebih lama kenyang,

dan kadar gula darah juga lebih terjaga.

Untuk menghindari lemas, Anda juga bisa mengkonsumsi segelas susu saat sahur. Sebaiknya konsumsi pula suplemen yang mengandung vitamin B kompleks agar metabolisme Anda semakin oke. Saat sahur memang disunahkan untuk makan sahur mendekati waktu imsak, oleh karena itu lakukan makan sahur Anda kira-kira 15-30 menit sebelum imsak, dan makanlah serat di saat-saat terakhir makan sahur Anda. Selain "mengirit" waktu cerna makanan, sahur sebelum imsak sangat baik untuk mencegah terlewatnya shalat Subuh.

Penyejuk Hati

Orang yang taat pada Allah akan di taati oleh orang lain
 Jika kita lapar baca surat Al ikhlas sekali
 Ilmu yang bermanfaat adlah ilmu yang bias mendekatkan diri kita kepada Allah dan di ukur keitika ada panggilan A llah kita langsung melakukan ibadah
 Sunnat A b’at adalah sunnah ketika di tinggalkan untuk melakukan sujud sahwi
 Sunnah hai’at adalah sunnah yang apabila di tinggalkan tidak di gantikan dengan sujud sahwi
 Sholat fajar adalah sholat qobliyah subuh
 Puasa ayaumul bid adalah hari putih pada tanggal 13, 14, 15
 Sholih / sholihah adalah orang yang memenuhi hak hak Allah dan hambanya
 Ziarah kubur dalah mendatangi kuburan dan mendoakan mayit dalam kubur dan agar ingat besok kita akan meninggal dan di kubur
 Barang siapa sholat subuh berjamaah setelah itu dzikir kepada A llah sampai terbitnya matahari maka orang itu di beri pahala seperti orang haji dan umrah sempurna
 Orang yang rindu masuk syurga maka dengan cepat cepat melakukan kebaikan
 Sholat menyatakan bahwa kita rendah di hadapan Allah
 Penyakit yang sulit di obati yaitu menuruti nafsu untuk bersenang senang
 Anak pondok adalah calon dokter hati. Contohnya penyakit riya dan hasud

Bentuk-bentuk Paragra

Paragraf adalah suatu bagian dari bab pada sebuah karangan atau karya ilmiah dengan cara penulisan yang harus dimulai dengan baris baru, terdiri atas beberapa kalimat yang berkaitan serta membentuk satu kesatuan pikiran. Dalam membaca kita pasti menemui apa yang di sebut paragraf. Paragraf sangat diperlukan dalam setiap menulis buku ataupun yang lainnya yang berhubungan dengan membaca. Paragraf yang baik dan menarik adalah paragraf yang sesuai dengan paragraf sebelumnya atau informasi yang disampaikan tidak menyimpang dari paragraf sebelumnya. Macam-macam paragraf menurut tujuannya yaitu :
1. Narasi adalah paragraf yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian sehingga pembaca seolah-olah mengalami kejadian itu. Ciri-cirinya yaitu adanya kejadian, ada alur (tokoh,tempat,dan waktu), adanya karakter tokoh. Paragraf narasi ide pokoknya terletak diawal dan diakhir paragraf (campuran).
2. Deskripsi adalah paragraf yang menggambarkan sesuatu dengan jelas dan terperinci, yang bertujuan melukiskan atau memberikan gambaran terhadap sesuatu dengan jelas sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar, membaca, atau merasakan hal yang dideskripsikan. Ciri-cirinya yaitu ada objek yang digambarkan, informasi yang disampaikan runtut, bersifat subyektif bermakna konotasi. Paragraf deskripsi ide pokoknya bias deduktif dan bias juga induktif sesuai dengan ide dari penulis.
3. Argumentasi adalah paragraf yang membuktikan kebenaran tentang alasan dan bukti-bukti yang kuat dan meyakinkan untuk memperkuat ide atau pendapatnya penulis wacana argumentasi menyertakan data-data pendukung, dengan pembaca menjadi yakin atas kebenaran yang disampaikan penulis. Ciri-cirinya yaitu ada pendapat yang disertai dengan alasan yang logis untuk meyakinkan pembaca, bahasa yang digunakan bermakna denotatif, bersifat obyektif, dan ditutup dengan kesimpulan. Paragraf argumentasi ide pokoknya bisa deduktif dan juga bias induktif sesuai dengan ide dari penulis.
4. Persuasi adalah paragraf yang bertujuan mempengaruhi, menghimbau, membujuk atau merayu pembaca sehingga pembaca tergiur atau terpengaruh untuk mengikuti keinginan penulis. Ciri-cirinya yaitu ada bujukan atau ajakan untuk berbuat sesuatu, bersifat objektif, berupa fakta. Paragraf persuasi ide pokoknya bisa deduktif dan juga bias induktif sesuai dengan ide dari penulis.
5. Eksposisi adalah karangan yang menyajikan atau memaparkan sejumlah pengetahuan atau informasi. Tujuannya, pembaca mendapat pengetahuan atau informasi yang sejelas-jelasnya. Ciri-cirinya yaitu ada informasi untuk memaparkan suatu proses yang runtut, sistematis dan berkelanjutan, adanya gambar diagram untuk memperjelas isi paparan, nerusaha memberikan informasi yang jelas, bersifat obyektif, bermakna denotatif, dan berupa fakta dan opini. Paragraf eksposisi biasanya cenderung deduktif.

Problematika Membaca Artikel

KETERAMPILAN MEMBACA
PROBLEMATIKA MEMBACA ARTIKEL
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Keterampilan Membaca
Dibimbing oleh Bu. Prima Vidya Asteria, S.Pd













Disusun Oleh Kelompok 3 :
1. Faizatur Rohmah (115110701111001)






UNIVERSITAS BRAWIJAYA
FAKULTAS ILMU BUDAYA
JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Desember 2011
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Definisi artikel atau pengertian artikel dibahas oleh berbagai tulisan dan literatur, namun menurut kangmoes, definisi yang paling ringkas dan paling sederhana adalah definisi artikel menurut kamus besar bahasa indonesia. Menurut KBBI, pengertian artikel adalah “karya tulis lengkap” misalnya laporan berita atau esai dalam majalah. Menurut definisi ini sebuah artikel idelanya membahas seluk beluk suatu tema secara tuntas. Oleh karena itu, beberapa orang kemudian mencoba untuk merinci ciri-ciri sebuah artikel, yakni lugas, logis, tuntas, obyektif, cermat, jelas dan padat.
Akan tetapi, karena tidak ada aturan baku sebuah artikel harus begini dan begitu (setidaknya sampai saat ini kangmoes belum menemukannya) maka sebagian orang menyanggah pendapat mengenai ciri-ciri artikel diatas karena penulisan artikel bisa tergantung karena tujuan dituliskannya artikel. Tujuan penulisan artikel paling misalnya;
1. Tujuan Penugasan
Misalnya seorang siswa sekolah yang diberi tujuan untuk menulis sebuah artikel.
2. Tujuan Informasi
Artikel yang tujuannya semata-mata untuk memberikan informasi kepada pembaca mengenai sebuah hal.
3. Tujuan Persuasi (membujuk)
Artikel yang mengulas sesuatu hal yang didalamnya terkandung muatan pembujukan kepada pembaca untuk melakukan suatu hal atau membeli suatu barang. Misalnya artikel tentang diabetes yang terselip materi promosi akan suatu produk bebas gula yang aman dikonsumsi oleh penderita diabetes. Secara tidak langsung, ini menjadi sanggahan akan ciri obyektif sebuah artikel yang telah disebutkan diatas.
4. Tujuan Entertainment
Artikel yang tujuannya untuk menghibur pembaca.
5. Tujuan Eksistensi
Artikel yang ditulis untuk menjadi penegasan diri atau untuk menyatakan eksistensi diri penulis kepada pembaca.
6. Tujuan Kreatif
Artikel yang ditulis untuk penyaluran suatu ide.
7. Tujuan Pemecahan masalah
Yakni artikel yang ditulis dengan tujuan membantu pembaca memecahkan permasalahan yang dihadapi.
Namun menurut kamus, batas-batas dari penulisan artikel bisa menjadi lebih luas lagi. Dengan kata lain, definisi artikel atau pengertian artikel bisa pula tergantung konteks keilmuan yang dihadapi oleh penulis artikel.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah :

1.2.1 Bagaimana Fenomena membaca artikel?
1.2.2 Apa saja problematika membaca artikel?
1.2.3 Bagaimana solusi dari kesulitan membaca artikel?

1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1.3.1 Mengetahui bagaimana fenomena membaca artikel.
1.3.2 Mengetahui apa saja problematika dari membaca artikel.
1.3.3 Dapat mengetahui solusi dari kesulitan membaca artikel.



BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Fenomena Membaca Artikel
Dalam artikel "Perdagangan Manusia", tersirat sejumlah persoalan penting yang perlu dicermati dan ditanggapi. Permasalahan adalah sesuatu yang dapat rnenghambat dalam pencapaian tujuan. Jika tidak segera diatasi, permasalahan berpotensi menimbulkan kerugian. Permasalahan menyebabkan jarak yang semakin lebar antara harapan dan cita-cita hidup dengan kenyataan. Di antara permasalahan itu, ada yang sudah begitu nyata mengancam kehidupan pembaca.
Permasalahan tersebut bukan lagi berupa isu, rumor, opini, fenomena, atau wacana, melainkan benar-benar konkret dan dekat dengan kehidupan pembaca. Permasalahan tersebut perlu penanganan segera karena dampaknya akan langsung dirasakan. Biasanya, persoalan itu menyangkut urusan pemenuhan kebutuhan pokok atau hak yang mendasar dari hidup manusia.
Di samping itu, ada permasalahan yang bersifat umum atau universal. Permasalahan ini merupakan persoalan global yang kadang tidak begitu disadari kehadirannya. Pembaca yang tidak peka dan peduli pada isu-isu global dan kurang mengikuti arus informasi, kadang hanya menganggapnya sebagai cerita atau wacana. Memang, permasalahan itu tidak menimbulkan dampak yang langsung memengaruhi nasib manusia. Namun, kalau tidak diwaspadai dan diantisipasi, iuga berpotensi besar menimbulkan kerugian bagi kehidupan.
2.2 Problematika Membaca Artikel
a. Menentukan Topik dan Kalimat Topik dalam Artikel
Topik adalah berasal dari bahasa Yunani “topoi” yang berarti tempat, dalam tulis menulis berarti pokok pembicaraan atau sesuatu yang menjadi landasan penulisan suatu artikel. Artikel yang baik tidak mengandung informasi tak relevan maupun informasi yang sedikit relevan. Ketika menulis artikel, mungkin Anda melenceng ke topik sampingan. Masukkan informasi tambahan semacam itu pada artikel berbeda yang lebih sesuai dengan topik baru tersebut. Pranala dapat diberikan ke artikel baru ini dan pembaca yang tertarik dapat mengikuti pranala tersebut, sementara pembaca yang tidak tertarik tidak perlu terganggu.
Ciri-ciri kalimat topik:
a.Biasanya diletakkan pada awal paragraph, tetapi bisa juga diletakkan pada bagian akhir paragraf.
b.Suatu kalimat berisikan kalimat utama ditandai oleh kata-kata kunci seperti:
• Sebagai kesimpulan….
• Yang penting….
• Jadi, …..
• Dengan demikian…
c. Biasanya berisi suatu pernyataan yang nantinya akan dijelaskan lebih lanjut oleh kalimat penjelas.
b. Kesulitan Menemukan Ide Pokok Dalam Artikel
Didalam menemukan ide pokok dalam artikel ada beberapa letak yaitu terdapat di awal kalimat (deduktif), di akhir kalimat(induksi), di tengah kalimat dan di awal dan di akhir kalimat (campuran). Cara menemukan ide pokok dan permasalahan dalam artikel yaitu bacalah artikel kemudian temukan ide pokoknya, biasanya ide pokoknya dijumpai di awal kalimat, di akhir kalimat dan di tengah kalimat serta di awal dan akhir kalimat, bila perlu kalimat-kalimat penjelas atau gagasan pendukungnya diabaikan. Setelah menemukan ide pokoknya dari masing-masing paragraf, rangkaikanlah dengan kalimat yang sederhana dan efektif untuk menjadikannya ke dalam satu kesatuan pikiran. Dengan demikian, pokok pesoalan atau permasalahan yang dibahas dalam artikel menjadi jelas. Menemukan ide pokok terdapat beberapa pola yaitu terbagi atas dua pola yakni:
a. Pola Pengembangan Paragraf Secara Induksi
Pola pengembangan paragraf secara induksi yaitu pola pengembangan ide pokok atau gagasan-gagasan yang terdapat di akhir kalimat. Pola pengembangan paragraf secara induksi terdiri dari generalisasi, analogi dan sebab-akibat. Generalisasi adalah proses penalaran menggunakan beberapa pernyataan khusus dengan ciri-ciri tertentu untuk ditarik simpulan yang bersifat umum. Analogi adalah cara bernalar dengan membandingkan dua hal (atau lebih) yang memiliki sifat atau keadaan yang sama agar dapat ditarik simpulan yang sejalan. Sedangkan sebab-akibat adalah penyebab dari suatu masalah menuju akibat dari masalah tersebut.
b. Pola Pengembangan Paragraf Secara Deduktif
Pola pengembangan paragraf secara deduktif yaitu pola pengembangan ide pokok atau gagasan-gagasan yang terdapat diawal kalimat. Pengembangan secara deduktif terdiri dari silogisme dan entimem. Silogisme adalah sebuah cara menarik simpulan (konklusi) berdasarkan premis yang ada. Premis adalah pernyataan yang dianggap atau diamsusikan benar. Sedangkan entimem adalah silogisme yang diperpendek atau dipersingkat. Caranya dengan melesapkan unsur PU (premis umum).
Artikel terdiri dari gagasan-gagasan yang tertuang ke dalam bentuk kalimat pada masing-masing paragraf. Gagasan inilah yang disebut dengan ide pokok penulisan. Biasanya kita sulit menentukan ide pokok dan permasalahan yang terdapat dalam artikel karena disebabkan kurangnya daya pemahaman dan memaknai isi dari suatu bacaan dan kurangnya pengetahuan ataupun teknik dalam menemukan ide pokok dalam artikel. Kita dapat menemukan ide pokok dan permasalahan dalam artikel dengan membaca intensif, sehingga kita dengan cepat menemukan ide pokok yang terdapat dalam artikel.
c. Menyimpulkan isi Artikel
Dengan kita sudah menemukan topik dan kalimat topik, itu dapat memudahkan kita mengetahui isi.
Setelah kita mengerti langkah awal itu, kita tinggal menggabungkan ide pokok yang terdapat dalam setiap paragraf
Paragraf yang tersusun atas beberapa ide pokok itulah yang menjadi isi utama artikel tersebut


2.2 Solusi Dalam Kesulitan Membaca Artikel
1. Membaca Intensif
Membaca intensif merupakan suatu kegiatan membaca secara teliti dengan tujuan memahami keseluruhan isi bacaan, baik yang bersifat tersurat maupun tersirat. Tujuan membaca intensif yaitu dapat dengan mudah menemukan ide pokok dan permasalahan yang dikaji dalam artikel atau suatu bacaan.
Biasanya kita sulit menemukan ide pokok dalam artikel karena kurangnya pemahaman dan memaknai isi artikel atau suatu bacaan serta kurangnya pengetahuan tentang cara menemukan ide pokok dalam artikel. Untuk itu kita menggunakan cara membaca intensif dalam menemukan ide pokok maupun permasalahan yang dikaji dalam artikel maupun dari bacaan lainnya.
2. Menentukan Kalimat utama
Kita dapat mencari gagasan utama paragraf dengan hanya mencari kalimat utama. Untuk mencari kalimat utama kita hanya perlu mencari kalimat yang mencangkup seluruh isi paragraf, yang mana kalimat itu menyeluruh, simpel.Adapun cara lainya yaitu mencari kalimat yang mana kalimat itu di jelsakan oleh kalimat yang lain.
Ex: Di kebunku terdapat macam-macam bunga. Ada bunga mawar yang harum dan bentuknya indah. Ada pula bunga melati yang rumpun dengan bau semerbak. Serta, juga ada pula bunga matahari besar yang hampir memenuhi kebunku.
macam-macam bunga dijelaskan oleh = mawar,melati,matahari






BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Cara menemukan ide pokok dalam artikel yaitu bacalah artikel terlebih dahulu kemudian temukan ide pokoknya. Biasanya ide pokok dapat ditemukan pada awal kalimat (deduktif), akhir kalimat (induktif) dan di tengah kalimat serta di awal dan di akhir kalimat (campuran). Setelah ide pokoknya ditemukan pada masing-masing paragraf, rangkaikanlah dengan kalimat yang sederhana dan efektif untuk menjadikannya ke dalam sau kesatuan pikiran. Dengan demikian, pokok persoalan atau permasalahan yang dibahas dalam artikel menjadi jelas.
Ide pokok dalam artikel ataupun bacaan lainnya dapat ditemukan dengan kegiatan membaca intensif, karena dengan membaca intensif kita dengan mudah memahami dan memaknai isi dari suatu bacaan dalam artikel.






3.2 Saran
Penulis berharap agar kegiatan membaca intensif ini dapat ditingkatkan sehingga para pelajar dapat menemukan ide pokok yang terdapat dalam artikel.






DAFTAR PUSTAKA
Marsudi, Demas. 2009. Bahasa dan Sastra Indonesia 3. Surakarta: Departemen Pendidikan Nasional
Sukoco, Hari. 2009. Bahasa Indonesia. Jakarta: Sinar Mandiri.
Kegunaan coklat bagi kesehastan Originally published in Shvoong: http://id.shvoong.com/society-and-news/news-items/1989197-kegunaan-coklat-bagi-kesehastan/

Buku Fiksi

Judul : Sekali Peristiwa di Banten Selatan
Penulis : Pramoedya Ananta Toer

Sekali Peristiwa Di Banten Selatan
Di sebuah gubuk yang terletak dikaki gunung tinggal seorang laki-laki yang berumur kurang lebih tiga puluh tahun. Ranta, begitulah orang memanggilanya. Dia tinggal bersama istrinya yang bernama ireng. Pendopo gubuk ranta berlantai tanah di peraboti dengan sebuah bangku panjang yang terbuat dari bamboo batangan.
Dua pemikul singkong, yang hendak menuju ke tempat truk-truk dari kota , muncul dari tikungan jalan. Sampai di beranda pondok ranta mereka berhenti. Yang pertama kemudian duduk di atas bangku, kemudian merokok. Yang pertama : Huh! Ingat kau, jalan ini dulu kita yang buat. Dulu ramai-ramai rodi. Apa sekarang? Lewat jalan yang kita buat sendiri kita bayar pajak pada onderneming. Yang kedua : Iya-ya, orang begitu bagus-bagus, kulitnya putih, hidungnya mancung, tapi tamaknya…Ngadubilah setan! Yo-ah, nanti keburu hujan. Keduanya bangkit dan melanjutkan perjalanan. Tak lama kemudian datang Ranta, langsung ia menuju pintu tetapi masih terkunci. Kemudian Ireng istrinya datang, menggendong bakul kosong di belakangnya. Istrinya membuka kunci pintu dan menyilakan suaminya masuk. Dengan menghadap pada pintu ternganga di mana suaminya masuk ke dalam rumah ia berkata dengan suara tertahan,”pasar kacau pak, diobrak-abrik DI”. “Dia lagi!”, suara ranta menahan marah. Tiba-tiba datang Musa dari tikungan jalan. Dengan menundukkan kepala dan lemah lunglai ranta keluar dari rumah. “Ada apa Gan”, sambut ranta. Musa menyuruh ranta untuk mencuri bibit karet kemudian merogoh kantungnya dan menyerahkan uang seringgit pada ranta. Ranta ingin menolak tapi Musa memaksa bahkan mengancamnya. Mau tak mau ranta menjalankan perintah musa. Sebelum pergi musa berpesan pada ranta “ Kalau ada apa-apa, jangan sebut namaku, mengerti? Ranta mengiyakan semua permintaan Musa. Kembali dua orang pemikul singkong datang ke rumah ranta, mereka ingin meminta izin untuk menginap tapi saat pintu rumah ranta mereka ketuk tidak ada jawaban dari dalam. kedua orang pendatang itu tidur di bale beranda, pelahan dan hati-hati ranta membuka pintu. Pada pinggangnya terselit sebilah golok panjang, pada tanganya dia membawa pikulan dan tali.
Tiba-tiba dari dalam rumah terdengar suara Ireng, “Yahh, ke mana orang ini?”. Dia tertegun, mendengar bunyi orang berkeluh di bale beranda rumahnya. Kemudian Ireng menghampiri dan membangunkan dua orang yang tidur di beranda rumahnya. Nampak Yang pertama terlompat dari bale dan berkata “Maaf Mpok, kami menginap di sini semalam. Yang kedua pun bangun dan turun dari bale. Yang pertama menceritakan pada Ireng bahwa sebenarnya mereka mau ke tempat pemunggahan truk, jual singkong tapi truk di bakar DI. Mendengar cerita itu Ireng tertegun dan mempersilahkan mereka untuk membersihkan diri. Yang kedua memberikan beberapa batang singkongnya pada Ireng untuk di masak. Ireng muncul di beranda membawa sepiring singkong rebus dan menaruhnya di atas ambin. Kemudian kedua orang pendatang muncul pula dalam keadaan segar setelah mandi. Tak lama kemudian datang pula ranta dari tikungan jalan, dia datang dalam keadaan berlumuran lumpur. Ranta menceritakan pada mereka semua kejadian yang dialaminya semalam, ternyata Musa menipu dirinya. Musa menyuruh mencuri bibit karet onderneming. Ranta bawakan dua kali balik, tapi ketika ranta menanyakan upah, diterimanya oukulan rotan, di rampas pikulan dan goloknya.
Yang pertama terkejut dan berkata “ Cuma orang semacam juragan musa yang bias berbiat begitu”. Ranta lebih terkejut karena mengetahui Yang pertama mengenal Musa. Ternyata Yang pertama juga pernah mengalami nasib yang sama seperti ranta. Ranta menggeleng-gelengka kepala dan berkata “ kekayaan mereka peroleh dari maling. Ireng masih ingat waktu anak kita yang pertama sakit keras, pinjam hutang pada mereka? Anak kita meninggal. Panen seluruhnya mereka ambil. Kita kelaparan terpaksa jual tanah. Mereka juga yang ambil tanah kita. Berapa harganya? Tak cukup buat modal dagang di pasar! Ludas! Tandas! Kuras”. Kemudian yang pertama menyilakan ranta untuk makan dulu. Tiba-tiba dari kejauhan juragan Musa datang. Semua Nampak kaget dan cemas terkecuali ranta. Juragan Musa lewat depan rumah Ranta tanpa sedikitpun memandang beranda. Kedua orang pemikul singkong kemudian pamit pulang. Tak di duga Juragan Musa datang dari arah dia pergi, sampai di depan rumah Ranta dia memanggil-manggil ranta, tapi dari dalam rumah tak ada jawaban. Dengan nada marah Juragan Musa terus memanggil ranta, tapak tangan kananya menjinjing aktentas. Akhirnya ranta keluar dengan bahu tertarik ke atas matanya terpusat pada wajah Juragan Musa, sedang kedua belah tangannya terangkat ke atas sedikit. Melihat ranta yang seperti itu Juragan Musa menjadi takut, kemudian dia lari terbirit-birit dengan meninggalkan aktentas dan tongkatnya jatuh ke tanah. Tanpa di duga datang Yang pertama,Yang kedua, dengan membawa teman Yang ketiga. Tiba-tiba Yang ketiga berkata “Cuma aku yang tahu isi aktentas itu”. Yang kedua bertanya “dari mana kamu tahu?”. Yang ketiga menjelaskan bahwa tiap Rabu malam Juragan Musa berunding dengan DI, Kemudian Yang ketiga memberi tahu kalau ranta dan Ireng dalam bahaya. Segera Ireng ke dalam, dia keluar lagi membawa bungkusan kecil. Sedangkan ranta memungut aktentas dan cepat-cepat mereka pergi meniggalkan beranda. Malam harinya rumah ranta di bakar pesuruh Juragan Musa.
Siang harinya juragan Musa pulang ke rumah dalam keadaan yang luar biasa. Dia mirip penjudi kalah main yang kesiangan pulang. Istinya mencoba menolongnya, tapi juragan musa tak menghiraukannya dan memarahi Nyonya karena menyuruh Rodjali pergi mencarinya ketika Juragan Musa belum pulang. Mengetahui suaminya yang seperti itu, Nyonya minta cerai. Mendengar itu Juragan Musa tertegun, kemudian secara mendadak datang Rodjali dan dia langsung di suruh ke rumah pak Kasan. Setelah rodjali pergi Juragan Musa meminta maaf pada istrinya atas perlakuannya, Nyonya memaafkannya tapi dengan syarat mau memperlakukan dia sepatutnya. Malam harinya mereka bertengkar lagi, karena Nyonya mengetahui kalau suaminya Pembesa DI, saat itu juga datang beberapa prajurit dan Komandan menangkap Juragan Musa. Ranta melaporkan pada Komandan kalau Juraga Musa sebenarnya Residen DI. Tidak lama kemudian ranta datang, dan Komandan meminta ranta untuk menggantikan Juragan musa sebagai lurah, sampai diadakan pemilihan lurah baru. Sejak saat itu Ranta dan Istrinya Ireng tinggal di rumah Juragan Musa. Pagi harinya Komandan datang menemui ranta, dalam hal itu mereka membicarakan tentang mempertahankan keamanan daerah, dan ranta member saran pada Komandan untuk persatukan rakyat, dan melawan musuh bersama-sama dengan bergotong royong membuat pertahanan, jebakan dan ranjau-ranjau. Mendengar itu Komandan menyetujuinya. Sejak suaminya di tangkap Nyonya tinggal bersama ranta, dan dia menceritakan semua prilaku suaminya.
Setelah diskusinya dengan Komandan, ranta memanggil seluruh rukuntetangga untuk membahas Gerombolan yang akan datang untuk menyerang. Ranta menghimbau agar selalu menjaga persaudaraan dan persatuan, dia juga mnyuruh untuk memasang ranjau-ranjau bambu terpendam di tempat-tempat yang dilewati gerombolan. Penduduk di daerah itu tidak diperbolehkan untuk meninggalkan desa. Sorenya beberapa prajurit datang menemui ranta, mereka menyampaikan perintah dari komandan yaitu pertahanan rakyat agar dipercepat. Mendengar itu ranta langsung berangkat. Setelah ranta melakukan pertahanan rakyat, Komandan berterima kasih padanya.
Tiga bulan kemudian, ada beberapa rombongan orang yang sedang bekerja. Mereka bergotong royong memasang pasak. Ranta, Komandan dan prajurit mendatangi mereka. Di situ ranta berpidato tentang pentingnya gotong royong, kerja sama, bersatu dan bersaudara. Setelah pidatonya itu ranta berseri-seri semua orang bersorak bersama menyetujui pidatonya.mereka senua bangkit, bergandengan tangan, dan menyanyikan gotongtoyong dengan irama yang cepat, yakin, riang gembira, penuh kepercayaan pada hari depan dan pada rahmat kerja.

 Kelebihan buku Sekali Peristiwa di Banten Selatan:
1. Cerita dikemas dari melakukan kunjungan singkat penulis suatu desa di Banten Selatan pada tahun 1957.
2. Banyak bercerita tentang masa lalu, tapi baik tema maupun makna yang tertulis maupun tidak tertulis dalam tulisan tetap relevan pada masa kini dan yang akan datang.
3. Cerita menarik dan mampu memberikan motivasi kepada pembaca.
4. Pembaca tidak harus berkonsentrasi dalam membaca karena cerita yang disuguhkan penulis dapat menghibur pembaca.
 Kekurangan buku Sekali Peristiwa di Banten Selatan:
1. Narasi utama dalam novel lebih berpihak pada mereka yang lemah.
2. Bahasa yang digunakan penulis kurang dapat dipahami oleh pembaca saat ini.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Faizatur Rohmah - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger